Pemkot Tomohon Peringati Hari  Otda, Sekot Roring Jadi Pemimpin Upacara

0
102

METROklik – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXVIII melalui
upacara yang berlangsung di halaman belakang Kantor Walikota Tomohon, Kamis  (25/04/2023).

Bertindak sebagai pemimpin upacara Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring. Dihadiri oleh  Para Asisten Setdakot Tomohon, Para Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kota Tomohon, BUMD serta jajaran ASN/Nakon lingkup Pemerintah kota Tomohon.

Pada kesempatan itu, Sekot Edwin Roring membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengatakan perjalanan kebijakan otonomi daerah selama lebih dari seperempat abad merupakan momentum yang tepat bagi kita semua untuk memaknai kembali artinya filosofi dan tujuan dari otonomi daerah.

“Otonomi daerah merupakan hak wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat, dalam sistem negara kesatuan Republik Indonesia, bagaimana diatur dengan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dengan filosofi otonomi daerah dilandaskan pada prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam pasal 18 undang-undang dasar 1945,” ujar Roring.

Lanjut dia, perangkat dari prinsip dasar ini adalah otonomi daerah dirancang untuk mencapai 2 tujuan utama, termasuk diantaranya tujuan kesejahteraan dan tujuan demokrasi dari segi tujuan kesejahteraan desentralisasi diadakan untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat secara efektif efisien dan ekonomis, melalui berbagai inovasi kebijakan pemerintahan yang menekankan kepada kekhasan daerah yang bersangkutan

Juga  pemanfaatan potensi sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan, pembagian urusan pemerintahan menjadi urusan pemerintahan yang dapat dikelola bersama antara pusat, provinsi dan atau kabupaten kota. Dari segi tujuan demokrasi kebijakan desentralisasi menjadi instrumen pendidikan politik di tingkat lokal yang mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau civilsosiasi.

Roring menambahkan, penyusunan peraturan daerah mengenai APBD sampai perencanaan pembangunan daerah yang melibatkan partisipasi masyarakat, secara aktif pada akhirnya akan menemukan komitmen kepercayaan untuk ras toleransi kerjasama solidaritas, serta rasa memiliki atau sense of me yang tinggi dalam masyarakat terhadap kegiatan pembangunan di daerah. (hep)

IMG-20240617-WA0052

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here