Kepala Cabang DSO Martadinata Manado Irfan, saat memberikan materi
METROklik – Pagi baru saja merekah di Pasar Bersehati, Kota Manado. Aktivitas sudah dimulai, bahkan sebelum matahari benar-benar naik.
Di sudut pasar, para pedagang sibuk menurunkan karung-karung sayur dari sebuah mobil bak terbuka. Sementara di tempat lain, beberapa peti ikan segar diangkat dari kendaraan serupa menuju lapak-lapak penjual.
Mobil itu tampak sederhana. Baknya penuh muatan, bodinya tidak selalu terlihat baru. Tetapi mesinnya tetap bekerja tanpa banyak keluhan. Bagi banyak orang yang melihatnya sekilas, kendaraan itu mungkin hanyalah mobil pick up biasa.
Namun bagi para pedagang, petani, nelayan, hingga distributor barang, kendaraan seperti itu adalah tulang punggung usaha mereka.
Di Propinsi Sulawesi Utara, pemandangan ini sangat akrab. Dari Kota Manado, Bolmong Raya, Minahasa Raya, Tomohon, Bitung, serta daerah kepulauan, kendaraan niaga ringan menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Di antara berbagai kendaraan yang beroperasi setiap hari itu, satu model tampak begitu dominan, yaitu Gran Max Pick Up dari Daihatsu.
Data penjualan terbaru menunjukkan bahwa kendaraan ini bukan sekadar populer, tetapi benar-benar menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu di Sulawesi Utara.
Berdasarkan data penjualan Daihatsu di Sulawesi Utara selama periode 2022 hingga 2025, kendaraan niaga ringan masih memegang peranan sangat penting dalam pasar otomotif daerah.
“Pada tahun 2025, total penjualan kendaraan Daihatsu di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 3.166 unit. Dari jumlah tersebut, Gran Max Pick Up menyumbang 1.433 unit, atau sekitar 45 persen dari total penjualan,” ujar Kepala Cabang Daihatsu Sales Operation (DSO) Martadinata Manado Irfan, pada Media Gatheting DAIFIT 2026, Jumat (14/03/2026).
Artinya, hampir setengah dari mobil Daihatsu yang terjual di daerah ini adalah kendaraan niaga tersebut. Angka ini tidak hanya menunjukkan popularitas sebuah produk, tetapi juga menggambarkan bagaimana struktur ekonomi masyarakat masih sangat membutuhkan kendaraan operasional yang tangguh, efisien, dan mampu bekerja keras setiap hari.
Gran Max Pick Up telah menjadi bagian dari kehidupan para pelaku usaha di Sulawesi Utara. Di pasar tradisional, kendaraan ini mengangkut sayuran dari desa-desa yang sebagian besar dari Minahasa menuju Kota Manado.
Begitu juga di kawasan pesisir, mobil yang sama membawa ikan hasil tangkapan nelayan ke pasar-pasar utama. Sementara di kawasan perdagangan, pick up ini menjadi kendaraan distribusi berbagai barang kebutuhan pokok.
Irfan mengatakan, bahwa dominasi kendaraan niaga di Sulawesi Utara bukanlah sesuatu yang mengherankan. “Segmen kendaraan komersial khususnya Gran Max Pick Up memang masih menjadi pilihan utama masyarakat Sulawesi Utara, terutama bagi pelaku UMKM dan sektor distribusi barang,” ujar Irfan.
Menurutnya, kendaraan niaga ringan seperti Gran Max Pick Up mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan operasional dengan biaya yang relatif efisien, namun tetap tangguh.
Di balik angka penjualan
Jika dilihat lebih jauh, tren penjualan Gran Max Pick Up di Sulawesi Utara sudah terlihat kuat dalam beberapa tahun terakhir. “Pada 2022, kontribusi kendaraan ini mencapai sekitar 36 persen dari total penjualan Daihatsu di Sulawesi Utara, dengan penjualan mencapai 1.581 unit,” ungkap Irfan.
Setahun kemudian, lanjut dia, pada 2023 kontribusinya masih berada di kisaran 35 persen dengan angka penjualan 1.358 unit. Memasuki 2024, kontribusinya kembali berada di angka 36 persen dengan total penjualan 1.286 unit. “Pada 2025, kontribusinya melonjak cukup signifikan menjadi 45 persen,” terangnya.
Lonjakan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan kendaraan operasional di kalangan pelaku usaha semakin meningkat. Meski pasar otomotif nasional mengalami berbagai dinamika, kebutuhan kendaraan yang mampu menunjang aktivitas usaha tetap stabil, bahkan cenderung meningkat.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor usaha kecil dan menengah di Sulawesi Utara masih bergerak aktif. Ketika ekonomi rakyat bergerak, kendaraan niaga otomatis menjadi alat penting yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas mereka.
Bagi pelaku usaha kecil, kendaraan operasional bukan sekadar alat transportasi. Sering kali menjadi investasi utama yang menentukan kelancaran usaha.
Seorang pedagang sayur di Tomohon Dani, mengaku selalu membawa hasil panen dari kebun menuju pasar tradisional di Manado untuk dipasarkan, menggunakan mobil pick up. “Saya menggunakan Gran Max Pick Up. Mobil itu sangat memadai, dan nyaman digunakan,” ucapnya.
Begitu juga dengan Irvan, pedagang ikan dari Kota Bitung, mengaku menggunakan kendaraan Gran Max Pick Up untuk memasarkan ikan segar ke beberapa rumah makan yang ada di Manado. “Sudah lama saya menggunakan mobil Gran Max Pick Up untuk bisnis penjualan ikan,” ungkapnya.
Bagi mereka, kendaraan pick up bukan hanya kendaraan, tetapi mitra kerja yang membantu memastikan barang dagangan sampai tepat waktu.
Gran Max Pick Up, menjadi pilihan karena beberapa alasan sederhana tetapi penting. Seperti daya angkut besar, mesin yang cukup kuat, serta biaya operasional yang relatif terjangkau.
Bagi pelaku usaha kecil, efisiensi menjadi hal yang sangat krusial. Setiap liter bahan bakar, setiap biaya perawatan, hingga daya tahan kendaraan akan mempengaruhi keuntungan usaha mereka.
Karena itu, kendaraan yang sederhana namun tangguh sering kali lebih dipilih dibanding kendaraan yang lebih mahal, tetapi kurang efisien. Gran Max Pick Up, menjadi jawabannya.
UMKM dan Kendaraan Niaga
Di Sulawesi Utara, sektor UMKM menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Mulai dari usaha perdagangan kecil, usaha kuliner, pertanian, perikanan, hingga distribusi bahan bangunan, semuanya membutuhkan kendaraan operasional.
Gran Max Pick Up banyak digunakan oleh berbagai jenis usaha. Ada yang menggunakannya untuk mengangkut hasil pertanian seperti cabai, tomat, dan sayuran. Ada pula yang memanfaatkannya untuk distribusi bahan bangunan ke berbagai proyek pembangunan.
Tidak sedikit juga pelaku usaha yang menggunakan kendaraan ini sebagai sarana distribusi barang dagangan dari toko ke pelanggan.
Keberadaan-kendaraan niaga ringan seperti ini, membantu mempercepat arus barang dan memperluas jangkauan usaha.
Dengan kendaraan operasional sendiri, pelaku usaha tidak perlu lagi bergantung pada jasa transportasi lain yang mungkin lebih mahal atau tidak selalu tersedia.
Mobil keluarga tetap dibutuhkan
Meski kendaraan niaga mendominasi pasar, mobil keluarga tetap memiliki tempat tersendiri di Sulawesi Utara.
Salah satu model yang masih cukup kuat di segmen ini adalah Daihatsu Sigra.
Pada tahun 2025, Sigra mencatatkan penjualan sebanyak 618 unit, atau sekitar 20 persen dari total penjualan Daihatsu di Sulawesi Utara.
Meski jumlahnya mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya, Sigra tetap menjadi salah satu mobil keluarga yang banyak diminati.
Menurut Irfan, Sigra memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan harga yang relatif terjangkau. “Sigra masih memiliki pasar yang kuat, karena dikenal sebagai mobil keluarga yang efisien dan terjangkau. Kendaraan ini tetap diminati oleh konsumen yang mencari mobil dengan kapasitas penumpang lebih besar namun tetap ekonomis,” jelasnya.
Mobil dengan kapasitas tujuh penumpang seperti Sigra menjadi pilihan banyak keluarga yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, pergi berbelanja, hingga perjalanan bersama keluarga.
Selain Gran Max Pick Up dan Sigra, beberapa model lain juga turut memberikan kontribusi terhadap penjualan Daihatsu di Sulawesi Utara. Ayla misalnya, mencatatkan penjualan sebanyak 613 unit pada tahun 2025 atau sekitar 19 persen dari total penjualan.
Sebagai mobil kompak yang dikenal hemat bahan bakar, Ayla cukup diminati oleh konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas di perkotaan.
Sementara itu, model lain seperti Terios, Rocky, dan Xenia juga tetap memiliki pangsa pasar tersendiri. Masing-masing produk memiliki karakter dan segmen konsumen yang berbeda.
Terios misalnya dikenal sebagai SUV yang cocok untuk medan yang lebih beragam, sementara Rocky menyasar konsumen muda yang menginginkan desain modern. Xenia sendiri, tetap menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan mobil dengan kabin luas.
Karakter pasar otomotif Sulawesi Utara
Pasar otomotif di Sulawesi Utara memiliki karakter yang cukup unik dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia.
Di wilayah ini, kendaraan yang mampu mendukung aktivitas usaha masih menjadi prioritas utama bagi banyak konsumen.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi daerah yang cukup kuat di sektor perdagangan, pertanian, dan perikanan.
Kendaraan niaga ringan menjadi bagian penting dari rantai distribusi barang. Tanpa kendaraan yang memadai, proses pengangkutan hasil produksi menuju pasar bisa menjadi lebih sulit.
Karena itu, permintaan kendaraan operasional cenderung stabil. Di sisi lain, kebutuhan mobil keluarga juga tetap ada, terutama seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kombinasi antara kendaraan niaga dan mobil keluarga inilah yang membentuk struktur pasar otomotif di Sulawesi Utara.
“Melihat tren yang ada, Daihatsu tetap optimistis terhadap perkembangan pasar otomotif di Sulawesi Utara. Berbagai program penjualan serta peningkatan layanan purna jual terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan konsumen,” papar Irfan.
Bagi banyak pelanggan, layanan purna jual menjadi faktor penting dalam memilih kendaraan. Terutama bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada kendaraan operasional, ketersediaan suku cadang serta jaringan bengkel yang luas menjadi pertimbangan utama.
“Ke depan kami optimistis penjualan Daihatsu di Sulut tetap stabil dengan dukungan berbagai program penjualan dan layanan purna jual yang terus kami tingkatkan,” ungkap Irfan.
Pada akhirnya, angka penjualan kendaraan tidak hanya berbicara tentang bisnis otomotif semata.
Di balik setiap unit kendaraan yang terjual, ada aktivitas ekonomi yang terus bergerak.
Gran Max Pick Up mungkin hanya sebuah kendaraan bagi sebagian orang. Tetapi bagi banyak pelaku usaha di Sulawesi Utara, kendaraan ini adalah alat kerja yang membantu mereka mencari nafkah.
Di atas baknya, berbagai komoditas diangkut setiap hari, dari sayuran, ikan, bahan bangunan, hingga berbagai barang kebutuhan masyarakat.
Kendaraan ini menghubungkan desa dengan kota, produsen dengan pasar, dan usaha kecil dengan pelanggan mereka.
Selama aktivitas ekonomi rakyat terus bergerak, kendaraan niaga seperti Gran Max Pick Up kemungkinan besar akan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
Di jalan-jalan yang menghubungkan pasar, pelabuhan, desa, dan kota, mobil pick up itu akan terus melaju, membawa bukan hanya barang, tetapi juga harapan banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada roda ekonomi yang terus berputar. (hence)






