Tiba-tiba Jadi Sorotan di Bursa Calon Ketua PWI Sulut, Siapa Sintya Bojoh?

0
51

METROklik – Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara semakin menarik perhatian publik. Salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Sintya NC Bojoh, yang resmi dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon Ketua PWI Sulut.

Sintya dinyatakan memenuhi syarat, berdasarkan persetujuan Pengurus Pusat PWI melalui surat Nomor 624/PWI-P/LXXX/III/2026 tertanggal 25 Maret 2026.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum Akhmad Munir, Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh, serta Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, dinyatakan bahwa seluruh berkas bakal calon Ketua PWI Sulut telah diverifikasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar (AD) PWI Pasal 26 ayat 2.

Nama Sintya NC Bojoh menjadi perhatian karena berpotensi mencatat sejarah sebagai salah satu perempuan yang maju dalam kontestasi Ketua PWI di tingkat provinsi. Kehadirannya dinilai mencerminkan semakin terbukanya ruang kepemimpinan bagi jurnalis perempuan diorganisasi profesi yang selama ini identik dengan dominasi figur laki-laki.

Sebagai wartawati televisi nasional, Reporter SCTV di Sulut, Sintya berpengalaman di dunia jurnalistik. Sintya dikenal aktif meliput berbagai isu strategis, mulai dari pemerintahan, pembangunan daerah, hingga persoalan sosial kemasyarakatan. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membawa perspektif baru bagi kemajuan organisasi.

Selain Sintya NC Bojoh, PWI Pusat juga menyatakan tiga kandidat lain memenuhi syarat sebagai calon Ketua PWI Sulut, yakni Faruk Langaru, John Wesley Paransi, dan Merson Simbolon. Keempat nama tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya dalam konferensi PWI Sulut.

Masuknya figur perempuan dalam bursa Ketua PWI Sulut dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong kesetaraan kesempatan di lingkungan organisasi pers. Kehadiran Sintya diharapkan mampu memberi warna baru, khususnya dalam memperkuat profesionalisme, solidaritas wartawan, serta adaptasi terhadap tantangan era digital.

Konferensi PWI Sulut yang rencananya di helar pada 31 Maret mendatang diperkirakan akan berlangsung dinamis dengan adu gagasan dari para kandidat.

Publik pers pun menantikan visi dan misi yang akan ditawarkan, termasuk langkah konkret dalam meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga independensi pers, serta memperkuat peran wartawan sebagai pilar demokrasi. (hep)

iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here