Dari Kopi hingga Vanila, Produk UMKM Sulut Curi Perhatian di KKI 2026

0
10

METROklik – Empat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan Sulawesi Utara mendapat panggung untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar nasional hingga global melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, yang berlangsung 20-23 Agustus 2026.

Keikutsertaan UMKM Sulut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat daya saing pelaku usaha daerah.

Program tersebut diwujudkan melalui Road to KKI 2026, Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026, yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku UMKM, perbankan, komunitas, serta berbagai mitra strategis. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas produk, digitalisasi UMKM, sekaligus memperluas akses pasar.

Dalam gelaran KKI 2026 yang berlangsung selama empat hari di Jakarta International Convention Center (JICC), lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring.

Sementara melalui platform digital KKI, lebih dari 1.300 UMKM ikut memasarkan produknya. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Dari Sulawesi Utara, empat UMKM tampil membawa kekayaan produk unggulan daerah. Pinawetengan asal Minahasa berpartisipasi pada kategori wastra, sedangkan Naras Vanilla dari Minahasa memperkenalkan produk olahan vanila.

Sementara itu, Elmonts Coffee asal Tomohon terpilih dalam showcase Cangkir Barista. Adapun Robusta Gunung Ambang asal Kota Kotamobagu mengikuti kegiatan Business Matching Ekspor.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan keikutsertaan UMKM Sulut dalam KKI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan produk unggulan daerah kepada pasar nasional dan internasional.

Menurut Joko, semakin naik kelas UMKM Sulawesi Utara, semakin kuat pula daya saing produk lokal. Ditambah dengan terbukanya akses pasar, kondisi tersebut diyakini akan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Partisipasi UMKM Sulawesi Utara dalam KKI 2026 merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan produk unggulan daerah kepada pasar nasional dan global,” kata Joko.

Ia menilai keberagaman produk yang dibawa UMKM Sulut menunjukkan bahwa pelaku usaha daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

BI Sulut pun terus mendorong UMKM agar tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga mampu memanfaatkan digitalisasi dan membangun jaringan pasar yang lebih luas.

Melalui KKI 2026, produk-produk seperti wastra, olahan vanila, dan kopi khas Sulawesi Utara diharapkan semakin dikenal sekaligus membuka peluang kerja sama dan ekspor.

“Ketika UMKM Sulawesi Utara semakin naik kelas, produk lokal memiliki daya saing kuat, dan akses pasar semakin terbuka, maka Sulawesi Utara akan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Joko.

KKI 2026 sendiri dapat diikuti masyarakat secara langsung di Hall A dan B JICC Jakarta maupun secara daring melalui platform Karya Kreatif Indonesia.

Bagi Sulawesi Utara, keikutsertaan tersebut bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi menjadi langkah strategis untuk membawa produk lokal naik kelas dan semakin dekat dengan pasar global. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here