OJK Tegaskan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga

0
2378

METROklik – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global yang melambat.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar didampingi Dewan Komisioner OJK lainnya saat menggelar konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK di Jakarta dan disiarkan secara langsung di melalui zoom, Jum’at (7/11/2025).

Menurut Mahendra, Hasil RDG Oktober 2025 menunjukkan bahwa sistem keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi solid dan resilien, menopang ketahanan ekonomi nasional.

OJK mencatat, meskipun terdapat perlambatan aktivitas ekonomi di berbagai kawasan dunia, prospek pertumbuhan global menunjukkan perbaikan. Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) melalui World Economic Outlook edisi Oktober 2025 merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, seiring tercapainya kesepakatan perdagangan global dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif di sejumlah negara.

Perkembangan Ekonomi Global

Di Amerika Serikat, kinerja ekonomi tercatat melemah akibat tekanan di pasar tenaga kerja, berlanjutnya government shutdown, serta meningkatnya kasus gagal bayar beberapa perusahaan besar. “Namun demikian, The Federal Reserve diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuan pada Desember 2025 guna menjaga momentum pertumbuhan,” jelas Mahendra.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok juga menunjukkan perlambatan. Pertumbuhan pada triwulan III-2025 tercatat melambat, dipicu oleh konsumsi rumah tangga yang tertahan dan kinerja sektor properti yang melemah. Penjualan ritel dan permintaan domestik tercatat di bawah ekspektasi pasar.

Kondisi stagnan juga terjadi di kawasan Eropa. Indikator ekonomi baik dari sisi permintaan maupun penawaran belum menunjukkan perbaikan berarti. Risiko kawasan meningkat seiring gejolak di pasar keuangan Prancis akibat instabilitas politik dan penurunan peringkat utang negara tersebut yang didorong oleh memburuknya kondisi fiskal.

Ekonomi Domestik Tetap Solid

Di dalam negeri, OJK menilai perekonomian Indonesia tetap solid di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen (yoy), dengan aktivitas manufaktur yang terus berada di zona ekspansi.

Namun, OJK mencermati bahwa permintaan domestik masih memerlukan dukungan tambahan. Hal ini terlihat dari moderasi inflasi inti, penurunan tingkat kepercayaan konsumen, serta perlambatan penjualan ritel, semen, dan kendaraan bermotor.

“Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga. Namun, perlu terus diperkuat sinergi kebijakan antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk menjaga momentum pertumbuhan,” tulis OJK dalam keterangannya.

Menopang Ketahanan Ekonomi Nasional

OJK menekankan pentingnya peran sektor jasa keuangan sebagai penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Dengan kondisi perbankan yang likuid, pasar modal yang terjaga, dan industri keuangan nonbank yang tetap stabil, sistem keuangan Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang baik menghadapi ketidakpastian global.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi kebijakan guna memastikan sektor keuangan tetap stabil serta berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (hep/*)

iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here