METROklik – Sebagai bagian dari Komunikasi Efektif, Bank Indonesia (BI) Sulut melakukan pengendalian ekspektasi masyarakat, dengan cara diseminasi kebijakan pengendalian inflasi BI, baik melalui media konvensional maupun media sosial.
“Salah satu inisiatif yang dapat dilakukan bersama wartawan adalah menggaungkan Kampanye Bijak Belanja, yakni mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak di bulan Ramadhan dan menjelang HBKN guna mencegah terjadinya kenaikan harga (inflasi),” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto, Kamis (26/02/2026).
Joko menjelaskan, sebagaimana telah kita ketahui, permintaan terhadap bahan makanan, pakaian dan barang-barang kebutuhan lainnya cenderung meningkat menjelang HBKN. Apabila belanja dilakukan secara berlebihan maka dapat menyebabkan keterbatasan stok barang sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.
“Oleh sebab itu, lonjakan harga dapat dicegah dengan menerapkan perilaku bijak belanja, yakni berbelanja sesuai dengan kebutuhan, membandingkan harga untuk mendapatkan harga terbaik dan menghindari penimbunan barang (panic buying),” ungkapnya.
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mendukung perilaku bijak belanja, lanjut Joko :
- Alokasikan anggaran secara disiplin agar pengeluaran tetap terkendali dan tidak melebihi batas kemampuan finansial.
- Sesuaikan kebutuhan dengan memprioritaskan barang yang benar-benar diperlukan dan
menghindari pembelian impulsif yang didorong oleh keinginan semata. - Membayar menggunakan QRIS untuk transaksi yang lebih cepat, mudah, murah, aman
dan handal untuk memudahkan pencatatan pengeluaran secara otomatis. - Hindari judol dan pinjol ilegal dengan mewaspadai sekaligus menjauhi praktik ilegal yang
dapat merugikan dan memperburuk kondisi keuangan. (hep)





