Terima 1002 Pengaduan, Layanan OJK SulutGo Meningkat

0
12

METROklik – Kantor OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) terus meningkatkan kualitas layanannya kepada
masyarakat. Sampai dengan posisi Desember 2025, total pengaduan diterima dan diinput melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) mencapai 1002 pengaduan.

“1002 pengaduan ini terdiri dari Sulawesi Utara mencapai 869 pengaduan, sedangkan Gorontalo mencapai 133 pengaduan. Dominasinya adalah sektor perbankan sebanyak 410 pengaduan di Sulawesi Utara dan 50 pengaduan di Gorontalo,” ujar Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, dalam Media Update Triwulan I Tahun 2026, di Rumah Alam Minahasa Utara, Rabu (4/3/2026).

Robert menjelaskan, selain itu jenis pengaduan terbanyak yang dilaporkan oleh masyarakat Sulawesi Utara adalah terkait dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Berdasarkan hasil monitoring Kantor OJK SulutGo atas data pengaduan melalui aplikasi APPK, masih terdapat pengaduan yang didominasi oleh permasalahan
SLIK. Permasalahan yang sering dikeluhkan konsumen terkait SLIK antara lain, kesalahan pelaporan SLIK oleh PUJK,” terangnya.

Sementara itu terkait dengan kinerja sektor jasa keuangan, OJK mencatat hingga 31 Desember 2025 secara umum menunjukkan pertumbuhan yang positif dan terjaga di hampir seluruh sektor. Meski demikian, terdapat perlambatan pada beberapa subsektor tertentu.

“Di Sulut, pertumbuhan tercatat lebih kuat dengan kenaikan aset sebesar 8,65 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) 10,87 persen, dan kredit 6,14 persen. Sementara di Gorontalo, aset tumbuh 5,87 persen, DPK 5,60 persen, dan kredit 3,19 persen,” sebut Robert.

Dia menjelaskan, dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di kedua wilayah masih berada dalam rentang batas aman. NPL di Sulut tercatat 2,77 persen, sedangkan Gorontalo sebesar 3,60 persen.

Di sektor pasar modal, pertumbuhan juga terlihat signifikan. Jumlah Single Investor Identification (SID) per November 2025 secara tahunan (year on year/YoY) meningkat 26,97 persen di Sulut dan 31,85 persen di Gorontalo.

“Nilai transaksi saham bahkan melonjak masing-masing 141,90 persen di Sulut dan 213,26 persen di Gorontalo,” ujarnya.

Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) di wilayah Sulut dan Gorontalo turut mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 7,32 persen (YoY).

Secara rinci, Sulut tumbuh 6,47 persen dan Gorontalo 10,02 persen. Tingkat risiko pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) juga terjaga di bawah 5 persen, masing-masing 2,98 persen di Sulut dan 2,31 persen di Gorontalo.

“Sektor dana pensiun menunjukkan kinerja yang stabil dengan pertumbuhan aset sebesar 4,57 persen (YoY) serta investasi naik 5,18 persen (YoY),” tukasnya.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui fintech lending mengalami pertumbuhan pesat. Di Sulut tercatat meningkat 36,78 persen (YoY) dan di Gorontalo 43,45 persen (YoY). Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) tetap rendah, yakni 1,47 persen di Sulut dan 1,41 persen di Gorontalo.

“Meski sebagian besar sektor menunjukkan tren positif, terdapat perlambatan pada subsektor asuransi jiwa, asuransi umum, dan modal ventura yang ditandai dengan penurunan premi serta penyaluran pembiayaan,” ungkap Robert. (hep)

iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here