METROklik – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut tetap aktif menjalankan program Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (WANUA).
Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto, pada kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026 di Aula Pemkab Boltim, Tutuyan.
“Dari total 84 petani unggulan binaan BI di Sulut, enam di antaranya berasal dari Boltim dengan fokus utama pada budidaya cabai rawit. Jumlah tersebut menjadikan Boltim berada di posisi keempat sebagai kabupaten/kota dengan jumlah PATUA terbanyak di Sulawesi Utara,” ujar Joko.
Joko memaparkan tentang transformasi program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) pada 2026 yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh antara lain penguatan kapasitas produksi, pemerataan distribusi pasokan antarwilayah, serta optimalisasi rantai pasok pangan,” jelasnya.
Sepanjang 2025, TPID Boltim disebut telah menjalankan berbagai program pengendalian inflasi melalui skema 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (hep)








