METROklik – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak berhenti pada peningkatan omzet, tetapi terus memperbesar kapasitas hingga mampu naik kelas menjadi usaha menengah dan bahkan melahirkan korporasi baru.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan pertumbuhan UMKM memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian.
Ketika kapasitas usaha meningkat, UMKM memiliki peluang memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, serta masuk ke dalam rantai pasok usaha yang lebih besar.
“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Joko.
Menurutnya, proses naik kelas tersebut membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat. UMKM perlu mendapatkan akses terhadap teknologi, pasar, jaringan kemitraan, pengetahuan usaha, serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis.
Karena itu, BI terus mendorong keterhubungan UMKM dengan korporasi melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Kemitraan ini membuka kesempatan bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok maupun rantai nilai korporasi, sekaligus meningkatkan standar dan kapasitas usaha.
Di Sulawesi Utara, upaya mempercepat UMKM naik kelas antara lain dilakukan melalui fasilitasi akses pasar dan pembiayaan. Pada Hijrah Sulut Fest 2026, BI Sulut mencatat penjualan UMKM mencapai Rp3,55 miliar, melampaui target Rp1,05 miliar.
Dari sisi pembiayaan, sebanyak 93 UMKM difasilitasi dengan total pembiayaan mencapai Rp5,04 miliar, jauh di atas target Rp2 miliar.
Sementara melalui Urban Digifest 2026, sebanyak 233 UMKM terlibat. Dari target penjualan Rp6 miliar, realisasinya mencapai Rp7,25 miliar.
Joko menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa perluasan akses pasar dan pembiayaan dapat menjadi pemicu bagi UMKM untuk meningkatkan skala usahanya.
“Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM Sulawesi Utara meningkatkan kapasitas dan skala usaha, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat keterhubungan dengan ekosistem usaha dan pembiayaan yang lebih luas,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak UMKM Sulawesi Utara yang mampu bertransformasi dari usaha kecil menjadi usaha menengah, kemudian berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih besar dan berdaya saing.
Dengan demikian, penguatan UMKM bukan hanya menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga membuka jalan lahirnya korporasi-korporasi baru dari daerah yang mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. (hep)









