METROklok — Capaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 turut membawa angin segar bagi pelaku UMKM Sulawesi Utara. Produk-produk unggulan daerah mampu menunjukkan performa positif, tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga dalam penguatan branding dan perluasan akses ke pasar global.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, keikutsertaan UMKM Sulut dalam KKI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk daerah kepada pasar yang lebih luas.
Menurutnya, hasil yang dicapai menunjukkan produk UMKM Sulut memiliki daya tarik dan potensi untuk terus dikembangkan, baik di pasar nasional maupun internasional. “Produk unggulan daerah ikut menunjukkan performa positif, baik dari sisi penjualan, penguatan branding maupun perluasan akses pasar global,” ujar Joko.
Performa tersebut terlihat dari sejumlah produk unggulan Sulawesi Utara yang mendapatkan perhatian selama pelaksanaan KKI 2026. Produk wastra, kopi hingga komoditas vanila mampu memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkuat posisi dan membuka peluang pasar baru.
Salah satunya Kain Pinawetengan, produk tenun premium khas Sulawesi Utara yang mencatat penjualan Rp110,3 juta selama pameran. Angka tersebut meningkat lima kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Di sektor kopi, Kopi Arabica Tomohon dari Elmonts Coffee juga mendapat eksposur lebih luas melalui program take over bar Cangkir Nusantara. Produk tersebut bahkan diseduh langsung oleh World Barista Champion dalam rangkaian KKI 2026.
Sementara itu, produk vanila Sulut dari Narasi Vanilla berhasil membuka akses pasar ke Malaysia, Jepang dan Korea Selatan melalui business matching dan penandatanganan Letter of Intent (LOI).
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa keikutsertaan dalam KKI tidak hanya memberikan dampak terhadap penjualan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM Sulut untuk membangun branding dan jejaring bisnis dalam jangka panjang.
Joko menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM Sulawesi Utara untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha, memperkuat branding, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing.
Dengan dukungan ekosistem dan jejaring bisnis yang semakin luas, produk unggulan Sulawesi Utara diharapkan semakin dikenal di tingkat nasional dan mampu menembus pasar global. (hep)









