BI: Kehadiran Rupiah di Pulau Terluar Merepresentasikan Kehadiran Negara

0
5

Kepala BI Sulut Joko Supratikto bersama Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi

METROklik – Kehadiran Rupiah di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Sulawesi Utara memiliki arti strategis. Bagi Bank Indonesia (BI), layanan Rupiah di kawasan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari representasi kehadiran negara.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan maupun pulau-pulau terluar tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan Rupiah.

Menurutnya, kondisi geografis dan jarak yang jauh dari pusat pemerintahan maupun pusat perekonomian tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh Rupiah yang layak edar.

“Kehadiran Rupiah di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar memiliki arti strategis karena berkaitan dengan representasi kehadiran negara,” ujar Joko.

Karena itu, keterbatasan jarak dan kondisi geografis, kata dia, tidak boleh menjadi alasan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) kehilangan akses terhadap layanan Rupiah.

Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang kembali digelar BI Sulut bersama TNI Angkatan Laut.

“Melalui ekspedisi ini, layanan Rupiah dibawa langsung menuju sejumlah pulau di Sulawesi Utara yang memiliki tantangan akses transportasi dan kondisi geografis,” jelas Joko.

Bagi BI, memastikan Rupiah hadir hingga wilayah terluar memiliki makna lebih luas daripada sekadar distribusi uang. Ketika masyarakat di pulau terluar dapat memperoleh layanan penukaran uang, mendapatkan uang layak edar dan menerima edukasi tentang Rupiah, maka di saat yang sama mereka merasakan bahwa pelayanan negara juga hadir di tengah mereka.

Terlebih, sejumlah wilayah kepulauan Sulawesi Utara berada di kawasan perbatasan Indonesia. Kehadiran Rupiah menjadi semakin penting karena menyangkut keberadaan mata uang nasional di tengah wilayah yang memiliki interaksi lintas batas.

“Tim ERB tidak hanya membawa dan menukarkan Rupiah, tetapi juga membawa kehadiran negara hingga ke batas terluar di Indonesia,” tegas Joko.

Melalui ERB, BI bersama TNI AL ingin memastikan bahwa laut, jarak dan kondisi geografis tidak membuat masyarakat di ujung negeri merasa jauh dari layanan negara. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here