Tingkatkan Investasi, BI DukungDirect Call Pelabuhan Bitung

0
7

METROklik – Kepala Kantor Bea Cukai Bitung, Didit Prayudi Sidharta, mengatakan peningkatan realisasi investasi di Sulut telah didukung melalui inisiasi Direct Call Pelabuhan Bitung yang bertujuan memperkuat posisi Bitung sebagai hub internasional di kawasan Indonesia Timur.

Hal ini dikatakannya pada Dedicated Team Meeting (DTM) Regional Investor Relations Unit (RIRU) sebagai forum koordinasi strategis lintas instansi guna memperkuat sinergi dalam mendorong peningkatan realisasi investasi di Sulut.

“Hub internasional di kawasan Indonesia Timur mempercepat konektivitas logistik ke kawasan Asia Pasifik dan Tiongkok, serta menurunkan biaya logistik dan waktu distribusi barang dari sebelumnya 1–2 bulan menjadi sekitar 5–8 hari,” ujar Didit.

Lanjut dia, hingga saat ini, program Direct Call telah terlaksana tiga kali dan direncanakan berlanjut secara berkesinambungan.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Franciscus Manumpil menjelaskan Sulut berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp10,1 T pada tahun 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,4 T.

“Capaian tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis RIRU Sulut, antara lain penguatan digitalisasi informasi melalui website investasi, pembinaan terhadap 15 kabupaten/kota yang menghasilkan 17 proposal investasi siap tawar, serta penyelenggaraan kompetisi proyek investasi unggulan tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” terangnya.

Dia menambahkan, target investasi Sulut di tahun 2026 meningkat menjadi Rp12,13 T, dengan realisasi mencapai 18% hingga triwulan I 2026.

Akan halnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Joko Supratikto menyampaikan bahwa dengan pertumbuhan 5,54% (yoy) pada triwulan I 2026, Sulut memiliki tren pertumbuhan yang relatif stabil, tetapi masih dapat diakselerasi lebih tinggi melalui: i) Penguatan ketahanan fiskal daerah melalui peningkatan PAD dan digitalisasi; ii) Sinergi pusat-daerah untuk transmisi program strategis nasional; dan iii) Peningkatan kualitas investasi.

Dalam hal ini, ke depan RIRU Sulut perlu melakukan refocusing prioritas promosi investasi pada sektor yang paling sesuai dengan arah nasional dan keunggulan daerah, yaitu hilirisasi, ketahanan pangan dan agroindustri, energi terbarukan, serta kesehatan untuk memastikan proyek yang dipilih selaras dengan prioritas nasional, sesuai dengan potensi daerah dengan disertai legalitas yang clean & clear, serta memiliki nilai ekonomis sehingga dapat memperbesar peluang realisasi investasi. (hep)

IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here