METROklik – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Joko Supratikto menyampaikan, bahwa dengan pertumbuhan ekonomi 5,54% (yoy) pada triwulan I 2026, Sulut memiliki tren pertumbuhan yang relatif stabil.
“Artinya dapat diakselerasi lebih tinggi melalui, Penguatan ketahanan fiskal daerah melalui peningkatan PAD dan digitalisasi, sinergi pusat-daerah untuk transmisi program strategis nasional, dan peningkatan kualitas investasi,” ujar Joko pada Dedicated Team Meeting (DTM) Regional Investor Relations Unit (RIRU) sebagai forum koordinasi strategis lintas instansi guna memperkuat sinergi dalam mendorong peningkatan realisasi investasi di Sulut.
Joko mengatakan, ke depan RIRU Sulut perlu melakukan refocusing prioritas promosi investasi pada sektor yang paling sesuai dengan arah nasional dan keunggulan daerah, yaitu hilirisasi, ketahanan pangan dan agroindustri, energi terbarukan, serta kesehatan untuk memastikan proyek yang dipilih selaras dengan prioritas nasional, sesuai dengan potensi daerah dengan disertai legalitas yang clean & clear, serta memiliki nilai ekonomis sehingga dapat memperbesar peluang realisasi investasi.
Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Franciscus Manumpil mengatakan, Sulut berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp10,1 T pada tahun 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,4 T.
“Capaian tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis RIRU Sulut, antara lain penguatan digitalisasi informasi melalui website investasi, pembinaan terhadap 15 kabupaten/kota yang menghasilkan 17 proposal investasi siap tawar, serta penyelenggaraan kompetisi proyek investasi unggulan tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ucap Franciscus. (hep)









