Realisasi 18 Persen, BI Dorong Pemda di Sulut Percepat Pengembangan Proyek Investasi

0
90

METROklik – Data menunjukkan realisasi investasi Sulut hingga triwulan I 2026 baru mencapai sekitar 18 persen dari target tahunan sebesar Rp12,13 triliun.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek investasi yang memiliki nilai tambah tinggi.

Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto, dalam kegiatan Capacity Building RIRU, Rabu (17/6/2026).

“Komponen investasi memang mengalami perbaikan sejak triwulan III 2025. Pertumbuhan investasi meningkat dari 0,7 persen menjadi 3,25 persen pada triwulan I 2026. Namun capaian tersebut masih tertinggal dari pertumbuhan investasi nasional yang mencapai 5,96 persen,” sebut Joko.

Kondisi ini pun, lanjut dia, menjadi alarm bagi kita semua untuk terus memperkuat upaya menarik investasi ke Sulawesi Utara, terutama bagi DPMPTSP di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Diketahui, Pemprov Sulut menargetkan investasi pada sektor strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pemilik proyek.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Sulut dan Bank Indonesia terus mengembangkan RIRU untuk menghasilkan proyek investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor atau investment project ready to offer (IPRO). Setiap proyek yang dipromosikan diwajibkan memenuhi prinsip clean and clear serta melalui proses kurasi yang ketat.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan North Sulawesi Investment Challenge 2025 yang menghasilkan sejumlah proyek unggulan. Proyek-proyek tersebut mendapatkan pendampingan mulai dari penyempurnaan rancangan, peningkatan kapasitas tim pengembang, hingga penjajakan kerja sama dengan investor dan lembaga pembiayaan.

Beberapa proyek yang saat ini didorong antara lain pengembangan kawasan industri perikanan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, pelabuhan perikanan di Kabupaten Kepulauan Talaud, layanan hemodialisis, serta proyek angkutan umum massal Buy The Service (BTS) Manado.

Menurut Joko, proyek BTS Manado menjadi salah satu proyek yang menunjukkan perkembangan paling signifikan. Pengembang proyek telah melakukan studi ke Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mempelajari tata kelola transportasi publik modern, termasuk penjajakan kerja sama dengan penyedia armada berbasis kendaraan listrik. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here