Coffee Fest, Wajah Baru Ekonomi Kreatif Sulut

0
10

METROklik – Urban Digifest 2026 menjadi ruang yang mempertemukan kekuatan tradisi dengan inovasi ekonomi kreatif. Penggabungan kegiatan dengan Sulut Coffee Fest turut menempatkan kopi sebagai salah satu wajah baru ekonomi kreatif Sulut.

Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, pada kegiatan Urban Digifest 2026 di antrium Mantos, Sabtu (15/08/2026).

“Ekosistem kopi yang diangkat mencakup seluruh rantai usaha, mulai dari petani, pengolah, roastery, barista, kedai kopi, UMKM, hingga sektor pariwisata,” ujar Joko.

Dia mengatakan, perjalanan Urban Digifest kini telah memasuki tahun kedelapan. Perjalanan ini menunjukkan bagaimana sebuah kegiatan yang awalnya merupakan agenda tahunan dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong penguatan ekonomi daerah.

Joko menjelaskan, Urban Digifest 2026 dibangun dengan tiga semangat utama, yakni sebagai ruang refleksi, apresiasi terhadap budaya dan tradisi, serta perayaan sinergi untuk ekonomi negeri.

“Sebagai ruang refleksi, Urban Digifest menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan transformasi UMKM Sulawesi Utara sekaligus mengukur sejauh mana berbagai program yang dilakukan telah memberikan dampak nyata kepada pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menuturkan, berbagai rangkaian kegiatan Urban Digifest telah dimulai jauh sebelum puncak acara. Salah satunya melalui program Petani dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (PATUA WANUA) angkatan keenam, yang menjadi program inkubasi untuk mendorong UMKM naik kelas.

Selain itu, program Onboarding UMKM Go Digital juga dilaksanakan selama empat bulan, sejak Mei hingga Agustus 2026. Program tersebut ditujukan untuk mempersiapkan pelaku usaha memasuki pasar digital sekaligus mengadopsi sistem pembayaran digital.

“Upaya memperluas akses pasar juga dilakukan melalui berbagai pameran di tingkat provinsi, nasional hingga internasional, di antaranya Bali Beyond Travel Fair, TIFF, Manado Expo, Pameran Paskah, SIAL Shanghai, serta berbagai agenda lainnya,” jelas Joko.

Seluruh rangkaian ini kemudian bermuara pada Urban Digifest 2026 yang menghadirkan 233 UMKM. Dengan rincian, 127 UMKM makanan dan minuman kemasan, 50 UMKM wastra, kerajinan dan kriya, 28 UMKM kopi, 20 UMKM ready to eat, tiga UMKM pangan, serta lima UMKM pendukung desa wisata.

Menurut Joko, keberhasilan Urban Digifest tidak dapat dilepaskan dari sinergi berbagai pihak. Penyelenggaraan kegiatan melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten/kota, Dekranasda, perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat.

“Sinergi tersebut dinilai penting karena transformasi ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Ketika berbagai agenda pengembangan ekonomi daerah dihimpun dalam satu kolaborasi, dampaknya dapat bergerak lebih jauh daripada sekadar penyelenggaraan sebuah kegiatan,” ungkapnya.

Ia memastikan Urban Digifest tidak berhenti setelah rangkaian acara ditutup. UMKM potensial yang telah mengikuti berbagai program akan terus mendapatkan pendampingan sebagai bagian dari Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI), flagship event Bank Indonesia secara nasional yang mempertemukan UMKM unggulan dari berbagai daerah. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here