Konferensi pers ERB 2026 menjelang keberangkatan ke lima pulau terluar
METROklik – Tujuh hari perjalanan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim yang bertugas.
Menyusuri wilayah kepulauan dengan kondisi geografis dan akses transportasi yang terbatas membutuhkan kekompakan, disiplin serta kesiapan seluruh personel.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara Joko Supratikto pun menitipkan pesan khusus kepada seluruh tim ERB yang akan bertugas selama tujuh hari.
Ia meminta setiap personel memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di pulau-pulau yang menjadi tujuan ekspedisi.
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, hadirlah dengan ramah, layani dengan sepenuh hati, jaga kekompakan, disiplin, serta keselamatan di dalam menjalankan tugas bersama ini,” pesan Joko.
Menurut Joko, keberhasilan ERB tidak hanya diukur dari berapa banyak uang yang berhasil ditukarkan atau layanan yang diberikan. Lebih dari itu, kehadiran tim di tengah masyarakat harus mampu memberikan pengalaman pelayanan yang baik dan menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan perhatian yang sama.
Sikap ramah dan pelayanan dengan sepenuh hati menjadi penting karena tim ERB akan berhadapan langsung dengan masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan Rupiah.
Selama perjalanan, seluruh personel juga diminta menjaga kekompakan dan disiplin. Kondisi pelaksanaan ekspedisi yang berlangsung selama tujuh hari di wilayah kepulauan menuntut setiap anggota tim saling mendukung dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
Joko juga mengingatkan aspek keselamatan agar menjadi perhatian utama selama ekspedisi berlangsung.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa ERB bukan hanya tentang membawa Rupiah menuju pulau-pulau terpencil. Di balik perjalanan tersebut terdapat tugas pelayanan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan pelayanan yang ramah, disiplin dan sepenuh hati, Joko berharap kehadiran tim ERB dapat benar-benar dirasakan masyarakat sebagai bentuk hadirnya layanan negara hingga ke wilayah kepulauan. (hep)









