PKM Manajemen Keungan Keluarga GMAHK di Paniki Atas, Minahasa Utara

Pelaksana :

Rotinsulu Jopie Jorie, SE. Msi
Prof. Stans L.H.V.J Lapian, SE MEc
Woran Djemly SE MSi

Tujuan Pelaksanaan PKM

Melalui pelaksanaan program kemitraan pada masyarakat dalam bentuk penyuluhan pelatihan, dapat meningkatkan informasi mengenai manajemen keuangan keluarga tentang bagaimana pentingnya pengelolaan keungan didalam memenuhi pemenuhan kebutuhan sehingga boleh memberikan peningkatan kesejahteraan keluarga juga dapat menumbuhkan minat berwirausaha Diakon dan Diakonis Gereja Masehi Advent Hari ketujuh Paniki Atas Manado juga dapat menjadi trainer bagi keluarga yang lain.

Manajemen keuangan keluarga sangat penting dalam kehidupan berkeluarga masalah utama sebuah keluarga yang selalu ada biasanya seputar keuangan. Bisa karena kekurangan uang, kelebihan uang atau karena bingung bagaimana mengatur uang bagi orang yang penghasilannya paspasan, sedangkan kebutuhan selalu melebihi pemasukan.

Fungsi manajemen keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, pembiayaan dan deviden untuk suatu perusahaan atau organisasi bahkan kopersi atau bahkan instansi-instansi lain. Ruang lingkup manajemen keuangan meliputi: keputusan pendanaan, keputusan investasi, keputusan pengelolaan asset.

Ada banyak manfaat dengan adanya wirausaha antara menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran, sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain. sebagai pribadi unggul yang patut di contoh, di teladani, karena seorang wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, berani dan hidup tidak merugikan orang lain, hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.

Diakon dan diakonis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Paniki Atas 550 Orang dan sebanyak 373 Orang yang belum memiliki pekerjaan. Apabila daikon dan diakonis tidak dibina serta diberikan arahan yang benar, tentu akan sulit bagi daikon dan diakonis untuk bisa berkembang dan merealisasikan potensi mereka sebagai wirausaha.

Keinginan untuk menjadi seorang wirausaha didapati masih rendah disbanding menjadi pegawai negeri dan perusahaan sehingga perlu diperlengkapi agar memiliki ketrampilan sehingga mereka mampu untuk menciptakan lapangan pekejaan. Mengidentifikasi jiwa pengusaha dapat dilihat karakter seseorang, khususnya pada hal-hal yang menjadi kebiasaan, alami dan dilakukan dengan baik.

Hasil  Yang Dicapai

Peserta menyadari dan dapat memahami dengan baik dan benar kiat-kiat merintis usaha dan menjalankan usaha serta membantu menumbuhkan minat peserta untuk berwirausaha juga meningkatkan  jumlah Diakon dan diakonis yang berkeinginan untuk berwirausaha juga dalam sisi Ekonomi peserta dapat menjaga keberlangsungan dengan memanfaatkan peluang bisnis, dan dalam bidang Iptek dapat menjadi trainer bagi orang lain, dan menjadi wirausahan yang unggul. [*]

(Visited 63 times, 1 visits today)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan