Hadapi Tekanan Harga Pangan, Boltara Dorong Produksi Peternakan Lokal

0
6

Bupati Boltara Sirajudin Lasena

METROklik – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mengambil langkah konkret memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menyalurkan bantuan pakan ternak kepada 10 kelompok tani.

Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Boltara, Selasa (8/9/2026).

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong penguatan sektor peternakan sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah.

Sektor peternakan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan karena produksi ternak dapat menjadi salah satu sumber pasokan pangan masyarakat.

Dengan dukungan pakan, kelompok tani diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pemeliharaan ternak, meningkatkan produktivitas serta memperkuat kapasitas produksi pangan berbasis potensi lokal.

Langkah tersebut juga memiliki kaitan dengan upaya pengendalian inflasi. Ketika produksi pangan daerah dapat diperkuat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan sehingga ketersediaan komoditas lebih terjaga.

Penguatan sektor pangan menjadi semakin penting di tengah tekanan harga sejumlah komoditas. Dalam HLM tersebut, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Boltara menunjukkan adanya tekanan harga.

Karena itu, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan pasokan pangan tetap tersedia secara berkelanjutan.

Bupati Boltara Sirajudin Lasena sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dengan mengoptimalkan potensi pertanian dan meningkatkan produktivitas.

Selain bantuan kepada kelompok tani, Pemkab Boltara juga mendorong pengembangan varietas padi bersama Institut Pertanian Bogor (IPB), penerapan teknologi Tabela atau tabur benih langsung yang mampu menghasilkan produktivitas hingga 10,03 ton per hektare, serta perluasan akses kredit alat dan mesin pertanian (alsintan).

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan dilakukan dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produksi hingga menjaga ketersediaan pasokan. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here