METROklik – Kondisi perekonomi Sulut pada triwulan III 2025, tumbuh positif di angka 5,39 persen (yoy). Namun demikian, mendekati akhir tahun inflasi Sulut perlu untuk terus dikawal agar tetap terjaga untuk mempertahankan daya beli masyarakat.
Hal ini dikatakan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara (Sulut), Renold Asri pada
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 yang dilaksanakan di aula KPw BI Sulut, Jumat (28/11/2025).
“Inflasi Sulut pada bulan Oktober 2025 berada sedikit di bawah rentang sasaran inflasi nasional, yaitu sebesar 1,48 persen (yoy). Sinergi pengendalian inflasi yang telah kita lakukan sepanjang tahun 2025 niscaya akan berbuah manis untuk capaian inflasi tahun ini,” ujar Renold.
Dia menjelaskan, untuk inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulut pada tahun 2025 diprakirakan tetap berada dalam sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen.
“Tapi ada tekanan utama, yaitu kenaikan harga berasal dari peningkatan konsumsi masyarakat khususnya dalam periode HBKN Nataru di akhir tahun 2025, serta tren kenaikan harga emas global,” ungkapnya.
Lanjut Renold, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2025, target inflasi Nasional pada tahun 2026 hingga 2027 masih tetap 2,5 persen±1persen. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan berbagai langkah strategis untuk menjaga pada rentang dimaksud.
“Sebagai upaya menjaga inflasi agar tetap rendah dan stabil, perlu terus diperkuat melalui sinergi dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang merupakan bentuk kolaborasi nyata antara BI Sulut, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan,” jelasnya.
Di Sulut, sebut Renold, sinergi tersebut diperkuat melalui Keputusan Gubernur Nomor 53 Tahun 2024 yang menetapkan pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Penyusun Neraca Pangan sebagai langkah strategis pengendalian inflasi.
“Untuk koordinasi pengendalian inflasi dijalankan melalui pendekatan 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif,” paparnya.
Dia menambahkan, BI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, UMKM, media, dan seluruh mitra strategis di Sulut, atas kerja sama yang sudah berlangsung baik selama ini.
Dengan berbagai tantangan ke depan, mengharapkan semangat kerja dan kolaborasi yang telah terjalin dapat makin kuat sehingga perekonomian Sulut dapat tumbuh dengan harga yang terjaga. (hep)







