BI dan Pemkab Bolsel Sepakat Jaga Pergerakan Harga Komoditas Daerah

0
8

METROklik – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut dan Pemkab Bolsel, sepakat untuk menjaga pergerakan harga komoditas daerah.

Hal ini sebagaimana terlihat pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tahun 2026, Rabu (20/05/2026).

“Beberapa komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat tercatat memiliki volatilitas harga yang cukup tinggi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulut, Joko Supratikto.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

“Ini menjadi catatan bahwa pengendalian harga melalui ketersediaan stok dan intervensi pasar perlu dilakukan pada momentum hari besar keagamaan nasional mengingat kita akan memasuki periode menjelang Idul Adha,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, komoditas seperti beras dan bawang putih relatif lebih stabil, yang menunjukkan pasokan masih cukup terjaga.

Pada tahun 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bertransformasi menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Salah satu program prioritas nasional untuk mencapai swasembada pangan adalah pembuatan peta jalan hilirisasi pangan,” katanya.

Menurutnya, sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain penguatan kapasitas produksi, pemerataan distribusi pasokan antarwilayah, serta optimalisasi rantai pasok pangan.

Sementara itu, Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru mengatakan bahwa pemerintah daerah terus menghadirkan pelayanan publik yang akuntabel, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Ia juga meminta aparatur pemerintah hingga sangadi di desa menjadi contoh dalam penggunaan transaksi digital.

“Bersama TPID kita terus melakukan pengendalian inflasi dengan langkah 4K,” ujar Iskandar.

Menurutnya, harga cabai di Bolsel sempat mengalami kenaikan dan kelangkaan, namun kondisi tersebut tidak terlalu mempengaruhi perekonomian masyarakat.

Pemkab Bolsel juga terus mendorong pengembangan komoditas jagung dengan produksi mencapai 40,5 ton guna membantu meningkatkan kesejahteraan petani. (hep)

IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here