METROklik – Kelapa masih sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Sulut, tidak termasuk dalam kategori komoditas SDA strategis tertentu, sehingga tidak terdapat perubahan kebijakan ekspor terhadap produk kelapa.
Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala KPPBCTMP C Bitung, Didit Prayudi Sidharta, dalam FGD Bank Indonesia (BI) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (DJBC Sulbagtara) dan KPPBC TMP C Bitung, dalam rangka persiapan Direct Call Bitung–China, Jumat (05/06/2026).
Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Joko Supratikto, mengatakan terkait Program Direct Call Bitung–China, dengan pertumbuhan 5,54% (yoy) pada triwulan I 2026, Sulut memiliki tren pertumbuhan yang relatif stabil, tetapi masih dapat diakselerasi lebih tinggi melalui Penguatan Digitalisasi Daerah, Akselerasi Ekspor dan Impor Produktif.
“Juga dengan adanya Hilirisasi Komoditas Unggulan Ekspor, Pariwisata sebagai Sumber Pertumbuhan dan Peningkatan Kualitas Investasi,” terang Joko.
Dia menambahkan, program Direct Call Bitung China menjadi relevan sebagai salah satu katalis pertumbuhan ekonomi Sulut dalam meningkatkan efisiensi biaya transportasi, percepatan waktu logistik, memperluas akses pasar guna memperkuat daya saing komoditas unggulan. (hep)








