METROklik – Untuk meningkatkan investasi di Sulut, Bank Indonesia (BI) melakukan
berbagai fasilitasi promosi investasi, termasuk mempertemukan project owner dengan calon investor PMA maupun PMDN.
Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto pada kegiatan North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026, Jumat (07/08/2026).
“Sepanjang 2026, sinergi RIRU Sulut diwujudkan melalui Dedicated Team Meeting, North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) yang menghasilkan tiga proyek terbaik Clean and Clear (CnC), hingga NSIF sebagai wadah promosi proyek terkurasi kepada calon investor,” ujar Joko.
Terkait dengan hal tersebut, Joko Supratikto, memaparkan kondisi perekonomian dan potensi investasi Sulut yang dirangkum dalam 3 poin srtategis.
Pertama, momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi Sulut sebagai fondasi bagi pengembangan investasi ke depan.
Kedua, perjalanan RIRU dalam mendampingi project owner dan mentransformasikan potensi daerah menjadi investment-ready project.
Ketiga, rekam jejak pendampingan proyek investasi di berbagai wilayah dan sektor, sebagai bukti komitmen bersama dalam mengawal investasi dari tahap persiapan hingga promosi dan tindak lanjut.
“Melalui NSIF 2026, berharap investor dapat bertemu dengan project owner yang tepat, membuka dialog dan penjajakan kerja sama yang konkret, serta menjadi langkah awal menuju realisasi investasi yang bernilai tambah dan berkelanjutan di Sulawesi Utara,” ungkap Joko.
Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan realisasi investasi.
“Bentuk peningkatan realisasi investasi ini, salah satunya dengan mengelola dan mempromosikan proyek-proyek potensial secara intensif,” ucap Syaloom. (hep)









