METROklik – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkuat sinergi dalam mendorong investasi berkualitas melalui penyelengaaran North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026, Jumat (07/08/2026).
Rangkaian acara NSIF turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang meninjau Investment Booth.
Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Prov. Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis. Dilanjutkan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulawesi Utara; Joko Supratikto dan Direktur Wilayah III Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Abdul Qodir.
Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Gubenur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay; Deputy Head of Mission at the New Zealand Embassy, Hamza Haidon; Philipine Consulate General In Manado, Hon. Mary Jennifer Domingo Dingal; Wakil Ketua Umum KADIN Pusat, Sarman Simanjorang; Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut, Robert Sianipar dan Kepala BPS Prov. Sulut, Watekhi dan Kepala Daerah Kab Kota Sulut.
Hermina Syaloom menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan realisasi investasi, salah satunya dengan mengelola dan mempromosikan proyek-proyek potensial secara intensif.
Upaya tersebut didukung Bank Indonesia melalui berbagai fasilitasi promosi investasi, termasuk mempertemukan project owner dengan calon investor PMA maupun PMDN. Sepanjang 2026, sinergi RIRU Sulut diwujudkan melalui Dedicated Team Meeting, North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) yang menghasilkan tiga proyek terbaik Clean and Clear (CnC), hingga NSIF sebagai wadah promosi proyek terkurasi kepada calon investor.
Dalam sambutannya, Joko Supratikto menyampaikan kondisi perekonomian dan potensi investasi Sulut yang dirangkum dalam 3 poin srtategis.
Momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi Sulut sebagai fondasi bagi pengembangan investasi ke depan.
Perjalanan RIRU dalam mendampingi project owner dan mentransformasikan potensi daerah menjadi investment-ready project.
Rekam jejak pendampingan proyek investasi di berbagai wilayah dan sektor, sebagai bukti komitmen bersama dalam mengawal investasi dari tahap persiapan hingga promosi dan tindak lanjut.
“Melalui NSIF 2026, berharap investor dapat bertemu dengan project owner yang tepat, membuka dialog dan penjajakan kerja sama yang konkret, serta menjadi langkah awal menuju realisasi investasi yang bernilai tambah dan berkelanjutan di Sulawesi Utara,” ungkap Joko.
Abdul Qodir menyampaikan perkembangan target, capaian, serta strategi peningkatan realisasi investasi nasional pada Triwulan II dan Semester I 2026, sekaligus menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal serta memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala investasi.
Selanjutnya, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyampaikan bahwa untuk mendorong masuknya investasi bernilai tinggi (high-value investment), Sulawesi Utara memiliki tiga keunggulan komparatif dan kompetitif yang siap diakselerasi.
Yakni sebagai Gerbang Utama Pasifik (Pacific Gateway), penguatan hilirisasi sektor kelautan, perikanan, dan pertanian, serta pengembangan Sulawesi Utara sebagai episentrum industri hijau.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur bersama para pemangku kepentingan turut menandai pembukaan NSIF 2026 secara resmi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman tiga pemenang North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026, yaitu proyek Modernization and Development of an Integrated Medical Gas System dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, MBH/Mokupa Integrated Tourism Estate dari DPMPTSP Prov. Sulawesi Utara, serta Revitalization of Sitaro Masadada Park within The Ulu Park Boulevard.
Selain itu, investment booth menghadirkan 12 proyek investasi potensial Sulawesi Utara yang dipresentasikan langsung oleh masing-masing project owner, serta diperdalam melalui sesi One-on-One Meeting bersama calon investor.
Melalui rangkaian tersebut, NSIF 2026 diharapkan dapat mendorong terbangunnya penjajakan investasi yang lebih konkret dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat realisasi investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. (hep)









