METROklik – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus memperkuat akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagaimana rilis resmi BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026, hingga 2026 BI Sulut telah memfasilitasi 93 UMKM dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp5,04 miliar.
Capaian tersebut jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp2 miliar. Artinya, realisasi pembiayaan mencapai lebih dari dua kali lipat dari target.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan perluasan akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM meningkatkan kapasitas dan produktivitas usahanya.
Menurut Joko, pembiayaan bukan sekadar tambahan modal, tetapi menjadi salah satu instrumen yang memungkinkan pelaku UMKM memperbesar skala usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta menangkap peluang pasar yang semakin luas.
Karena itu, BI Sulut terus mendorong keterhubungan UMKM dengan lembaga keuangan melalui berbagai program dan kegiatan pemberdayaan.
“Upaya ini dilakukan bersamaan dengan penguatan akses pasar dan peningkatan kualitas usaha,” terang Joko.
Fasilitasi pembiayaan tersebut juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat. Ketika UMKM memiliki akses modal yang memadai dan pasar yang jelas, peluang untuk berkembang dan naik kelas semakin besar.
Joko sebelumnya menekankan pentingnya kolaborasi antara UMKM dan korporasi. Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, pelaku usaha didorong terhubung dengan korporasi melalui kemitraan, rantai pasok, akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha.
“Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan produktivitas UMKM, tetapi juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas,” ungkapnya.
Capaian Rp5,04 miliar bagi 93 UMKM menjadi salah satu gambaran bahwa perluasan akses pembiayaan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan UMKM di Sulawesi Utara.
BI Sulut pun terus mendorong agar semakin banyak UMKM memiliki akses terhadap sumber pembiayaan formal, sehingga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. (hep)









