BI Sulut Pacu UMKM Naik Kelas, Perkuat Kemitraan dan Akses Pembiayaan

0
10

METROklik – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas dan skala usaha agar semakin kuat menghadapi persaingan sekaligus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu dibarengi dengan perluasan jejaring kemitraan serta penguatan keterhubungan dengan ekosistem usaha dan pembiayaan.

“Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM Sulawesi Utara meningkatkan kapasitas dan skala usaha, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat keterhubungan dengan ekosistem usaha dan pembiayaan,” ujar Joko,
sebagaimana rilis resmi BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026.

Menurutnya, UMKM yang memiliki kapasitas dan skala usaha lebih besar akan memiliki peluang yang semakin luas untuk masuk ke pasar yang lebih besar, termasuk terhubung dengan korporasi dan rantai pasok.

Karena itu, BI Sulut mendorong terciptanya kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi UMKM, baik dalam bentuk akses pasar, jaringan usaha, teknologi, pengalaman, maupun penerapan standar usaha.

Salah satu strategi yang dikembangkan adalah Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Melalui strategi ini, UMKM dipertemukan dengan korporasi untuk membangun hubungan usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Penguatan ekosistem juga diarahkan pada akses pembiayaan. BI Sulut terus memfasilitasi UMKM agar semakin terhubung dengan lembaga keuangan sehingga kebutuhan modal untuk pengembangan usaha dapat dipenuhi melalui sumber pembiayaan yang tepat.

Capaian fasilitasi pembiayaan pun menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 93 UMKM telah difasilitasi dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp5,04 miliar, jauh melampaui target awal sebesar Rp2 miliar.

Sementara dari sisi akses pasar, berbagai kegiatan yang digelar BI Sulut juga memberikan hasil positif. Hijrah Sulut Fest 2026, misalnya, mencatat penjualan Rp3,55 miliar, melampaui target Rp1,05 miliar.

Joko menilai berbagai capaian tersebut memperlihatkan pentingnya membangun ekosistem UMKM secara menyeluruh. “UMKM membutuhkan akses pasar, kemitraan, teknologi, peningkatan kapasitas, sekaligus pembiayaan agar mampu berkembang secara berkelanjutan,” terang Joko.

Dengan penguatan tersebut, BI Sulut berharap semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan skala usaha, masuk dalam rantai pasok korporasi, memperluas pasar, serta bertransformasi menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here