METROklik — Semangat Mapalus atau gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara semakin adaptif menghadapi perubahan dan perkembangan ekonomi digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan meningkatkan skala usahanya.
Menurut Joko, semangat Mapalus dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem UMKM yang saling mendukung. Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat kapasitas serta daya saing produk lokal.
“Semangat Mapalus atau gotong royong diharapkan melahirkan UMKM yang semakin adaptif, inovatif dan berdaya saing sehingga mampu tumbuh, naik kelas, serta menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ungkap Joko.
Ia menegaskan, transformasi UMKM tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dukungan melalui digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga penguatan kapasitas usaha menjadi bagian penting untuk menciptakan UMKM yang lebih tangguh.
Digitalisasi juga membuka peluang produk UMKM Sulut menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional dan global. Sementara penggunaan QRIS yang semakin meluas menjadi salah satu bukti semakin kuatnya keterhubungan UMKM dengan ekosistem ekonomi digital.
BI Sulut, kata Joko, akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat transformasi tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat dan semangat Mapalus, UMKM Sulut diharapkan mampu naik kelas sekaligus memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (hep)









