METROklik – Kemeriahan dan banyaknya wisatawan yang datang bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Tomohon International Flower Festival (TIFF).
Bagi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, festival bunga bertaraf internasional tersebut memiliki potensi jauh lebih besar, yakni menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Joko saat menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Tomohon atas kontribusi BI Sulut sebagai Kolaborator Utama TIFF 2026, di Kantor BI Sulut, Senin (31/8/2026).
Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Judhistira Siwu, dan diterima langsung Joko Supratikto, didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Purwanto.
Menurut Joko, TIFF jangan berhenti pada kesuksesan penyelenggaraan event dan tingginya animo masyarakat. Lebih dari itu, festival harus mampu menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“TIFF ini jangan hanya menjadi event pariwisata. Bagaimana kemudian event ini memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” menjadi salah satu penekanan Joko dalam memberikan masukan untuk penyelenggaraan TIFF mendatang.
Ia melihat TIFF memiliki kekuatan untuk mempertemukan pariwisata dengan sektor-sektor ekonomi lainnya, terutama UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan dan investasi.
Artinya, wisatawan yang datang ke Tomohon tidak hanya menjadi penonton festival, tetapi juga dapat menjadi konsumen produk lokal. Pelaku UMKM pun mendapat kesempatan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Begitu pula dengan sektor ekonomi kreatif. Kreativitas masyarakat lokal dapat dikembangkan menjadi produk dan jasa yang memiliki nilai jual, sehingga keberadaan TIFF mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang.
Joko juga mendorong agar momentum TIFF dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi di daerah.
Dengan demikian, dampak TIFF tidak hanya berlangsung selama festival, tetapi dapat berlanjut setelah acara berakhir melalui terbukanya pasar baru, kerja sama usaha maupun investasi.
TIFF selama ini dikenal sebagai salah satu event pariwisata unggulan Kota Tomohon. Parade kendaraan hias, keindahan bunga dan kehadiran peserta dari berbagai daerah maupun mancanegara menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, menurut Joko, potensi tersebut harus terus dikembangkan. Kemeriahan parade seharusnya menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Tomohon dan Sulawesi Utara.
Karena itu, ke depan diperlukan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, BI, perbankan, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif dan dunia usaha. Tujuannya agar setiap momentum TIFF mampu menciptakan transaksi, memperluas pasar dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra maupun investor. (hep)









