Joko Supratikto Dorong TIFF Mendatang tak Sekadar Festival, tapi Jadi Penggerak UMKM dan Investasi

0
5

METROklik – Tomohon International Flower Festival (TIFF) dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda pariwisata tahunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mendorong agar TIFF ke depan semakin diarahkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat UMKM, ekonomi kreatif hingga menarik investasi ke daerah.

Masukan tersebut disampaikan Joko saat menerima kunjungan Pemerintah Kota Tomohon yang menyerahkan penghargaan kepada BI Sulut sebagai Kolaborator Utama TIFF 2026, di Kantor BI Sulut, Senin (31/8/2026).

Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Judhistira Siwu, dan diterima langsung Joko Supratikto, didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Purwanto.

Tak hanya sebagai Kolaborator Utama, BI Sulut juga mendapat penghargaan sebagai Pemenang Pertama Float Paling Favorit Pilihan Penonton dalam TIFF 2026.

Bagi Joko, keberhasilan TIFF tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan jumlah wisatawan yang datang. Festival bunga bertaraf internasional tersebut menurutnya memiliki ruang yang jauh lebih besar untuk menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“TIFF ini jangan hanya dilihat sebagai event pariwisata, tetapi bagaimana event ini bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” demikian garis besar masukan Joko dalam pembahasan pengembangan TIFF mendatang.

Ia menilai, penyelenggaraan TIFF dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar yang lebih luas. Produk UMKM, ekonomi kreatif dan komoditas unggulan Sulawesi Utara dapat dikemas dan dipromosikan bersamaan dengan daya tarik wisata yang dimiliki Kota Tomohon.

Dengan begitu, wisatawan yang datang bukan hanya menikmati parade bunga dan berbagai rangkaian kegiatan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal, membeli dan membawa pulang produk-produk unggulan daerah.

Joko juga memberikan pandangan agar TIFF semakin kuat sebagai etalase ekonomi daerah. Menurutnya, sektor UMKM dan ekonomi kreatif perlu mendapat ruang yang lebih besar dalam setiap penyelenggaraan TIFF.

Produk lokal dapat dikemas secara menarik sehingga memiliki nilai tambah sekaligus mampu menembus pasar yang lebih luas. Tidak kalah penting, TIFF juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum memperkenalkan peluang investasi yang ada di Tomohon dan Sulawesi Utara.

Dengan konsep tersebut, TIFF tidak berhenti setelah rangkaian festival selesai. Aktivitas ekonomi yang tercipta diharapkan dapat berlanjut melalui terbukanya pasar baru, kerja sama usaha, hingga peluang investasi.

“Jadi, bagaimana TIFF ini bisa membuka peluang pasar bagi UMKM, mendorong investasi dan pada akhirnya menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” menjadi salah satu arah yang ditekankan Joko.

Pandangan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan TIFF. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk BI, pelaku usaha, perbankan, komunitas kreatif dan masyarakat.

Float BI Bawa Pesan Pengendalian Inflasi
Pada TIFF 2026, BI Sulut sendiri tidak hanya hadir sebagai kolaborator, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga stabilitas ekonomi melalui kendaraan hias yang ditampilkan dalam parade. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here