Pelepasan Tim ERB menuju lima kepulauan terluar di Sulut
METROklik — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan dan layanan Rupiah tetap menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Pelepasan tim ERB Sulawesi Utara berlangsung di Dermaga Utama Satrol Koarmada VIII, Kota Bitung, Jumat (11/9/2026), menggunakan KRI Sadat 851.
Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan, ekspedisi tersebut merupakan pelaksanaan kedua sepanjang 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan Rupiah di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses transportasi dan kondisi geografis.
Selama tujuh hari, 11 hingga 17 September 2026, tim ERB akan menyambangi lima pulau di Sulawesi Utara, yakni Tagulandang, Karatung, Marore, Kalama dan Mahangetang.
Untuk mendukung layanan penukaran uang, BI Sulut menyiapkan modal kas sebesar Rp5 miliar. “BI Sulut menyiapkan modal kas sebesar Rp5 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat, termasuk memastikan ketersediaan pecahan sesuai kebutuhan serta uang dalam kondisi layak edar,” ujar Joko.
Menurutnya, misi ERB tidak hanya berkaitan dengan distribusi dan penukaran uang. Tim juga membawa agenda edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat Rupiah, mengenali keasliannya, serta menumbuhkan kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
“Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran Rupiah dalam perekonomian dan sebagai simbol kecintaan terhadap NKRI,” tegasnya.
Joko menilai kehadiran Rupiah di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan representasi kehadiran negara. Karena itu, keterbatasan jarak dan kondisi geografis, kata dia, tidak boleh menjadi alasan masyarakat di wilayah 3T kehilangan akses terhadap layanan Rupiah.
Bukan Sekadar Menukar Uang
Joko juga memberikan apresiasi kepada Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla beserta jajaran TNI AL atas dukungan terhadap pelaksanaan ERB.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Forkopimda, perbankan dan seluruh pihak yang ikut mendukung ekspedisi tersebur.
Kepada seluruh tim yang akan bertugas selama tujuh hari, Joko berpesan agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara maksimal.
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, hadirlah dengan ramah, layani dengan sepenuh hati, jaga kekompakan, disiplin, serta keselamatan di dalam menjalankan tugas bersama ini,” pesannya.
Ia menegaskan, keberadaan tim ERB di pulau-pulau terluar memiliki makna lebih besar dari sekadar aktivitas penukaran uang.
“Tim ERB tidak hanya membawa dan menukarkan Rupiah, tetapi juga membawa kehadiran negara hingga ke batas terluar di Indonesia,” pungkas Joko.
Sementara itu, Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi mengatakan, kerja sama BI dan TNI AL dalam program ERB telah diwujudkan melalui dua kali ekspedisi sepanjang 2026.
TNI AL, kata Dery, siap menyediakan unsur KRI untuk mendukung pengiriman sekaligus pelayanan Rupiah hingga ke pulau-pulau tertinggal, terdepan dan terluar.
Selain personel KRI, Kodaeral VIII turut memperkuat tim dengan sejumlah personel pendukung, termasuk tenaga kesehatan dan unsur pengamanan. Dukungan tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian ekspedisi berjalan aman dan lancar.
Dari sisi keamanan, Dery menyebut sejumlah wilayah seperti Miangas dan Marore telah memiliki satuan tugas pengamanan pulau-pulau terluar yang melibatkan TNI AL, TNI AD, TNI AU dan sejumlah instansi pemerintah.
Sinergi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga wilayah kedaulatan negara, tetapi juga mengantisipasi berbagai aktivitas lintas batas, termasuk keberadaan warga negara asing dan peredaran mata uang asing.
“Di pulau-pulau tersebut kita bekerja sama dan berintegrasi dalam rangka mengamankan kedaulatan NKRI. Tidak hanya wilayahnya, tetapi juga masuknya masyarakat asing, termasuk uang asing. Kita juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Imigrasi,” ujar Dery.
Menurutnya, dukungan TNI AL menjadi bagian penting dalam memastikan misi ERB berjalan optimal, terutama dalam menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis dan akses transportasi.
Ekspedisi ini sekaligus mempertegas bahwa pelayanan Rupiah tidak berhenti di pusat-pusat ekonomi. Dari pulau yang berada jauh dari pusat pemerintahan hingga kawasan perbatasan, Rupiah tetap harus hadir sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hep)









