BI Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Berada di Jalur yang Kuat

0
7

METROklik – Bank Indonesia (BI) memastikan perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat.

Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Joko Supratikto, pada kegiatan Bincang Media SENJA (Sinergi dan Jalin Kolaborasi Bersama Media), Selasa (21/07/2026).

“Kondisi ekonomi Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang baik, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan tekanan pasar keuangan internasional,” ujar Joko.

Dia mengatakan, ketahanan tersebut didukung oleh permintaan domestik yang stabil, konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, serta bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia bersama pemerintah.

Meski begitu, menurut Joko, tantangan ekonomi dunia hingga kini masih cukup besar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, turut memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi global karena berdampak pada pasokan energi dunia, khususnya minyak.

“Ketidakpastian global masih sangat tinggi. Kondisi geopolitik di Timur Tengah sangat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dunia karena berdampak pada pasokan minyak internasasional,” ungkapnya.

Lanjut Joko, situasi tersebut membuat sejumlah bank sentral di berbagai negara memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga guna meredam tekanan inflasi. Di saat yang sama, penguatan dolar Amerika Serikat mendorong investor mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga memberi tekanan terhadap mata uang berbagai negara, termasuk rupiah.

“Kendati begitu, pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, konsumsi rumah tangga yang stabil, belanja pemerintah, serta investasi yang terus membaik,” ucapnya

Selain itu, ketahanan eksternal Indonesia juga dinilai tetap terjaga melalui cadangan devisa yang memadai, kembali masuknya aliran modal asing (capital inflow), serta stabilitas nilai tukar rupiah yang terus dipertahankan melalui berbagai kebijakan Bank Indonesia.

“Memang tidak mudah. Namun dengan berbagai langkah yang dilakukan Bank Indonesia, kami meyakini kondisi ekonomi Indonesia tetap dapat dijaga agar stabil dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,” katanya.

Sebagai respons terhadap dinamika global, Bank Indonesia telah menempuh berbagai langkah, termasuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75 persen sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada pada sasaran nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Joko, kebijakan moneter tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga mempertahankan daya beli masyarakat dengan memastikan inflasi tetap terkendali.

“Kebijakan moneter kami diarahkan untuk menjaga stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap didorong agar pertumbuhan ekonomi terus berjalan,” jelasnya. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here