BI Sulut Perluas Pasar UMKM Lewat Gerakan Korporasi

0
9

METROklik – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui strategi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM.

Program ini dirancang untuk membuka akses UMKM terhadap pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat keterhubungan dengan dunia usaha.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan kolaborasi antara UMKM dan korporasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong UMKM meningkatkan kapasitas serta produktivitas usahanya.

Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, pelaku usaha tidak hanya dipertemukan dengan korporasi sebagai pembeli, tetapi juga didorong masuk ke dalam ekosistem bisnis melalui kemitraan, rantai pasok, akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha.

Menurut Joko, keterlibatan korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk berkembang. Pengalaman dan standar usaha yang dimiliki korporasi dapat menjadi referensi bagi UMKM dalam meningkatkan kualitas maupun kapasitas produksi.

“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi berorientasi ekspor,” ujar Joko sebagaimana rilis resmi BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026.

Karena itu, penguatan hubungan UMKM dengan korporasi dinilai bukan sekadar membuka peluang transaksi, tetapi juga membangun fondasi agar UMKM memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar.

Akses pasar dan jaringan yang terbuka melalui kemitraan juga dapat memperluas peluang pembiayaan. Ketika UMKM memiliki pasar yang lebih jelas dan kapasitas usaha yang meningkat, peluang untuk memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan pun semakin terbuka.

Implementasi strategi tersebut turut diwujudkan melalui fasilitasi business matching. Pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, misalnya, business matching omzet dan business matching ekspor mencapai Rp446,9 miliar, sementara business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, mencapai Rp212,8 miliar.

Di Sulawesi Utara, BI juga terus memperkuat fasilitasi serupa melalui berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM, termasuk Hijrah Sulut Fest dan Urban Digifest 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BI memastikan UMKM tidak berjalan sendiri. Dengan terhubung ke korporasi, rantai pasok, pasar, teknologi, dan pembiayaan, UMKM diharapkan mampu memperbesar skala usaha dan menjadi bagian yang semakin kuat dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi Sulawesi Utara, penguatan ekosistem ini sekaligus membuka peluang lahirnya lebih banyak UMKM yang mampu memenuhi standar pasar, masuk dalam rantai pasok korporasi, hingga menembus pasar ekspor. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here