Perkuat Ekosistem Digital, BI Dorong Pelaku Usaha Semakin Kompetitif

0
15

METROklik – Bank Indonesia (BI) menilai penguatan ekosistem inovasi digital menjadi kunci untuk mempercepat transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin adaptif, produktif, dan mampu naik kelas.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, transformasi digital tidak cukup hanya dengan mendorong UMKM menggunakan teknologi. Lebih dari itu, dibutuhkan ekosistem inovasi yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan talenta, inovator, industri, pemerintah, serta mitra strategis.

“Dengan talenta yang berdaya, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang saling menguatkan, kami optimis UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, bertumbuh, dan naik kelas,” kata Filianingsih.

Menurutnya, BI terus memperkuat ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). PIDI diarahkan menjadi wadah yang menghubungkan berbagai potensi dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil, termasuk UMKM.

Pernyataan itu disampaikan Filianingsih saat membuka Innovation Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 bertema “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” di JICC Jakarta, 21 Agustus 2026.

Penguatan ekosistem inovasi ini menjadi semakin penting di tengah perubahan perilaku konsumen dan berkembangnya ekonomi digital. Bagi UMKM, adopsi teknologi dapat membuka peluang yang lebih luas, mulai dari peningkatan efisiensi produksi, pemasaran melalui platform digital, hingga penguatan pencatatan keuangan dan akses pembiayaan.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto, mengatakan Sulawesi Utara, transformasi tersebut mulai terlihat. Hingga Juli 2026, lebih dari 150 UMKM binaan BI Sulut telah terdigitalisasi melalui integrasi dengan e-commerce dan pencatatan keuangan menggunakan SIAPIK.

Digitalisasi ini memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM hingga pasar nasional dan global sekaligus memperkuat kesiapan mengakses pembiayaan.
BI juga mendorong penerapan inovasi digital pada sektor pertanian.

“Sebanyak enam kelompok tani binaan BI Sulut yang tergabung dalam PATUA telah mengadopsi digital farming melalui pemanfaatan smart greenhouse dan drone sprayer untuk komoditas cabai, bawang merah, dan padi,” jelas Joko. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here