BI Sulut Kembali Perkuat Layanan Rupiah di Wilayah Kepulauan

0
4

Tim ERB, terdiri dari personil BI Sulut dan TNI AL

METROklik — Keterbatasan akses transportasi dan kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara dalam memastikan layanan Rupiah tetap menjangkau masyarakat.

Hal itu diwujudkan melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang kembali digelar BI Sulut bersama TNI Angkatan Laut. Ekspedisi kali ini merupakan pelaksanaan kedua sepanjang tahun 2026.

Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan, pelaksanaan ERB menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan Rupiah, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dengan akses transportasi yang terbatas.

“Ekspedisi ini merupakan pelaksanaan kedua sepanjang 2026 dan menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan Rupiah di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses,” ujar Joko saat pelepasan tim ERB di Dermaga Utama Satrol Koarmada VIII, Kota Bitung, Jumat (11/9/2026).

Menurut Joko, kondisi geografis Sulawesi Utara yang memiliki banyak pulau menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelayanan Rupiah. Jarak antarpulau serta keterbatasan sarana transportasi membuat akses masyarakat terhadap layanan penukaran uang tidak selalu mudah.

Karena itu, melalui ERB, BI tidak hanya menunggu masyarakat datang mendapatkan layanan, tetapi secara langsung mendatangi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Dalam ekspedisi yang berlangsung selama tujuh hari, 11 hingga 17 September 2026, tim ERB akan menyambangi lima pulau, yakni Tagulandang, Karatung, Marore, Kalama dan Mahangetang.

Joko menegaskan, kehadiran layanan Rupiah di wilayah kepulauan memiliki arti penting. Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perekonomian tetap harus memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar dan pecahan sesuai kebutuhan.

“Jangan sampai keterbatasan jarak dan kondisi geografis membuat masyarakat kehilangan akses terhadap layanan Rupiah,” tegasnya.

Selain penukaran uang, tim ERB juga membawa edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat Rupiah, mengenali keasliannya dan meningkatkan kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Bagi BI, ekspedisi tersebut bukan semata-mata perjalanan membawa uang ke pulau-pulau terpencil. ERB merupakan bagian dari upaya memastikan layanan sistem pembayaran dan keberadaan Rupiah tetap hadir di tengah masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan tantangan geografis.

Dengan dukungan TNI AL melalui KRI Sadat 851, BI Sulut kembali menyusuri wilayah kepulauan untuk memastikan pelayanan Rupiah tidak terhenti hanya karena jarak dan kondisi geografis.

“Tim ERB tidak hanya membawa dan menukarkan Rupiah, tetapi juga membawa kehadiran negara hingga ke batas terluar di Indonesia,” pungkas Joko. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here