Konferensi pers, sebelum Tim ERB berangkat menuju lima pulau
METROklik — Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara tidak hanya membawa misi mendistribusikan dan menukarkan uang Rupiah kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Di balik perjalanan menuju pulau-pulau terpencil, BI juga membawa misi edukasi agar masyarakat semakin memahami, mengenali dan menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan, edukasi menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan ERB. Masyarakat tidak hanya diberikan kesempatan menukarkan uang yang sudah tidak layak edar, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai Rupiah.
Menurut Joko, tim ERB akan memberikan edukasi mengenai cara merawat Rupiah agar tetap dalam kondisi baik, mengenali ciri-ciri keaslian uang, serta menumbuhkan kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
“Misi ERB tidak hanya berkaitan dengan distribusi dan penukaran uang. Tim juga membawa agenda edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat Rupiah, mengenali keasliannya, serta menumbuhkan kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah,” ujar Joko.
Edukasi tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan maupun informasi mengenai ciri-ciri keaslian Rupiah.
BI ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki Rupiah, tetapi juga mampu memperlakukannya dengan baik dan mengenali uang yang diterima dalam setiap transaksi.
Lebih dari itu, edukasi tentang Rupiah juga menjadi sarana menanamkan rasa bangga terhadap mata uang nasional. Rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi memiliki kedudukan sebagai salah satu simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran Rupiah dalam perekonomian dan sebagai simbol kecintaan terhadap NKRI,” tegas Joko.
Karena itu, perjalanan ERB ke wilayah kepulauan menjadi lebih dari sekadar ekspedisi membawa uang tunai. Ada pengetahuan yang ikut dibawa dari daratan menuju pulau-pulau, agar masyarakat semakin mengenal dan mencintai Rupiah.
Melalui pendekatan tersebut, BI berharap kehadiran ERB tidak hanya dirasakan melalui layanan penukaran uang, tetapi juga meninggalkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga, mengenali dan menggunakan Rupiah dengan bangga. (hep)









