Ini Tanggapan GMIM Soal Demo Ormas di Bandara

0
588

 

METROklik Manado – Demo sejumlah ormas adat di Bandara Sam Ratulangi Manado, untuk menolak kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Muhammad Bin Abdurrahman Al-Athos, Senin (16/10/2018), ditanggapi BPMS GMIM.
“Kami salut kepada warga Sulawesi Utara di dalamnya GMIM secara historis teruji tidak mudah terprovokasi baik yang muncul dari dalam maupun di luar,” ujar Wakil Ketua Bidang Ajaran Pembinaan dan Pengembalaan Sinode GMIM Pdt Anthonius Dan Sompe, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.
Dia mengatakan, isu hoaks yang bisa mengakibatkan pertentangan satu sama lain, masih ada kedewasaan untuk menghargai keberbagaian itu.
“Diharapkan ada peran pemerintah dan peran agama didalamnya gereja. Pemerintah terus menguatkan sendi pelayanan pemerintahan teristimewa memfasilitasi terjadinya pertemuan antar agama melalui FKUB BKSUA,” kata Pdt Sompe.
Lebih lanjut dikatakannya, tentu warga gereja diajak untuk tidak bersikap ekslusif yang bisa mendatangkan fanatisme sempit tapi harus bersikap inklusif karena itu Alkitabiah dengan berbagai latar belakang termasuk ras, agama, suku, dan lain-lain.
“Gereja hadir menjadi garam dan terang tanpa kehilangan jati diri apalagi dipengaruhi berbagai isu yang bisa memecah bela,” ungkapnya.
Sompe menambahkan, memang melihat rupanya ada perilaku yang reaktif tentu diharapkan tidak seperti itu. Yang terpenting perilaku yang menciptakan dialog, tentu saja kalau misalnya ada alasan menolak seperti itu tentu mungkin cukup beralasan apalagi yang ditolak adalah berkaitan dengan hoaks atau isu tidak benar karena bertentangan kearifan lokal. “Saya berharap adanya dialog antar elemen termasuk pihak yang ditolak perlu dibangun komunikasi, yang datang itu tidak boleh melakukan perilaku yang mengakibatkan perpecahan,” pintanya. (gau)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here