‘Ba Borong’ di Natal, Ini Akibatnya Pada Inflasi Sulut

 

METROklik, Manado – Kebiasaan warga Sulut berbelanja dalam jumlah yang besar menghadapi Natal, mengakibatkan inflasi Sulut, yang diwakili Kota Manado pada bulan Desember 2018 tinggi.

“Pada Desember 2018, Sulawesi Utara kembali mencatatkan inflasi sebesar 0,78% (mtm)
dengan inflasi tahun kalender dan inflasi tahunan sebesar 3,83% (yoy),” ujar Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo.

Dia mengatakan, inflasi bulanan Sulut masih lebih tinggi dari inflasi bulanan nasional yang tercatat sebesar 0,62% (mtm). Secara tahunan, inflasi sulut pada tahun
2018 lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2,44%, yoy) dan inflasi Nasional yang tercatat
sebesar 3,13% (yoy). Di sisi lain, inflasi tahunan Sulut masih tercatat lebih rendah dari rata-rata inflasi selama 5 tahun terakhir (4,72%, yoy).

“Bank Indonesia memandang positif pencapaian inflasi Sulawesi Utara pada tahun 2018 yang masih berada pada rentang 3,5±1% (yoy). Namun, hal ini perlu diwaspadai,
mengingat inflasi pada tahun 2018 merupakan inflasi tertinggi dalam 3 tahun terakhir,” terang Soekowardojo.

Kedepannya, lanjut dia, tantangan dalam pengendalian inflasi menjadi semakin besar. Bank Indonesia, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau harga secara ketat dan melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk mengendalikan harga. Selain melakukan pengawasan harga, Bank Indonesia bersama TPID juga akan melakukan pengawasan kepada ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi
barang. (meittie)

Editor. : Gaudentius

(Visited 94 times, 1 visits today)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan