METROklik – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan kegiatan studi visit dan capacity building ke Provinsi Jawa Timur (Jatim), 14-16 April 2026.
“Salah satu inovasi TP2DD Jatim yang memperoleh penghargaan sebagai program unggulan terbaik adalah “Sambel Bajak” (Sambil Belanja Online Bayar Pajak) yang berhasil mendorong integrasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan ekosistem e-commerce,” ujar Kepala Tim SP PUR BI Sulut Ircham Andrianto Taufick.
Inovasi ini tidak hanya memperluas akses pembayaran, tetapi juga mengubah perilaku masyarakat menuju transaksi yang lebih praktis dan digital. Dampaknya terlihat pada penerimaan PKB di Jawa Timur meningkat dari Rp7,78 triliun pada 2023 menjadi Rp8,26 triliun pada 2024 atau tumbuh 6,16%.
Selain itu, jumlah wajib pajak yang membayar secara non-tunai meningkat sebesar 13,91. Capaian TP2DD Jawa Timur juga diperkuat oleh peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (I-ETPD) hingga 98,3% (kategori digital), peningkatan transaksi non-tunai pemerintah daerah menjadi 82,05%, serta implementasi penggunaan KKPD oleh 15 OPD.
Selain itu, penyetoran opsen pajak daerah telah dilakukan secara non-tunai dan real time di 38 kabupaten/kota, didukung oleh peningkatan konektivitas digital yang berhasil mengurangi area blank spot secara signifikan.
Pada sesi studi visit di Kota Surabaya, peserta juga mempelajari berbagai inovasi digital yang berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti pembayaran layanan perizinan publik secara digital, integrasi pembayaran parkir berbasis EDC dengan dukungan artificial intelligence, serta digitalisasi pengelolaan tiket masuk destinasi wisata. (hep)









