METROklik – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, mendorong Coffee Fest memperkuat ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Tahun ini, perhatian khusus juga diberikan terhadap komoditas kopi melalui penyelenggaraan Sulut Coffee Fest 2026,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto.
Joko mengatakan kopi memiliki ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari petani, roastery, barista, kafe hingga pelaku usaha lainnya di Sulut.
Ia menjelaskan pesan yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Meracik Tradisi”, yakni menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan ekonomi tanpa meninggalkan akar budayanya.
“Tradisi dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi sumber kreativitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru,” jelas Joko.
Semangat tersebut, lanjut dia, diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pengembangan wastra Sulawesi Utara, modest fashion, kegiatan membatik bersama Dekranasda, pengembangan kuliner, komunitas lokal melalui booth showcasing, hingga video storytelling mengenai destinasi wisata.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda melihat budaya lokal bukan sekadar warisan, tetapi sebagai sumber inspirasi, peluang usaha dan identitas produk yang memiliki daya saing.
Pesan berikutnya adalah “Menyeduh Inovasi”, yang diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas dan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital.
Joko mengatakan ajang ini tidak hanya menjadi tempat showcasing dan berjualan, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk belajar, berkolaborasi, mendapatkan akses pembiayaan, memperluas usaha dan melakukan transformasi digital.
Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari talkshow, workshop, business matching pembiayaan UMKM, promosi perdagangan dan ekspor hingga pengembangan keterampilan di bidang kopi.
“BI optimistis pertumbuhan ekonomi (PE) Sulawesi Utara (Sulut) pada 2026 masih sesuai yang ditargetkan di rentang 5,4 hingga 6,3 persen,” ungkapnya. (hep)









