BI Pacu UMKM Go Digital Lewat Tiga Strategi Utama

0
16

Kepala BI Sulut Joko Supratikto saat menjelaskan produk kain UMKM Sulut

METROklik – Bank Indonesia (BI) terus mempercepat transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mendorong pelaku usaha masuk dan berkembang dalam ekosistem ekonomi digital.

Langkah tersebut dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni e-farming, e-commerce, dan e-financing. Ketiganya dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM, mulai dari meningkatkan efisiensi produksi, memperluas akses pasar, hingga memperkuat pencatatan keuangan dan membuka akses pembiayaan.

Melalui e-farming, BI mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses produksi pertanian sehingga produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan.

Sementara e-commerce diarahkan untuk membantu UMKM memperluas pemasaran melalui proses onboarding ke platform digital.

Adapun e-financing difokuskan pada penguatan pencatatan keuangan UMKM melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).

Pencatatan yang lebih tertib diharapkan membuat UMKM semakin siap mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Strategi tersebut bukan sekadar mendorong UMKM menggunakan teknologi, tetapi juga membangun fondasi usaha yang lebih kuat. Digitalisasi diharapkan membuat pelaku UMKM mampu bekerja lebih efisien, menjangkau konsumen lebih luas, sekaligus memiliki tata kelola keuangan yang lebih baik.

Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menjelaskan, di Sulawesi Utara, pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Hingga Juli 2026, lebih dari 150 UMKM binaan BI Sulut telah terdigitalisasi melalui integrasi dengan e-commerce dan pencatatan keuangan menggunakan SIAPIK.

“Digitalisasi itu membuka peluang produk UMKM Sulut menjangkau pasar nasional hingga global serta memperkuat kesiapan mereka dalam mengakses pembiayaan.
Transformasi digital juga menyentuh sektor pertanian,” jelasnya

Lanjut dia, sebanyak enam kelompok tani yang tergabung dalam PATUA (Petani Unggulan Sulawesi Utara) telah mengadopsi digital farming dengan memanfaatkan smart greenhouse dan drone sprayer untuk komoditas cabai, bawang merah, dan padi.

Pemanfaatan teknologi tersebut membantu petani menggunakan pupuk dan bahan produksi secara lebih tepat, sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing.

BI menilai keberhasilan transformasi digital UMKM membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Dengan sinergi tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi, tetapi juga tumbuh lebih cepat, naik kelas, dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Joko. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here