METROklik – Program Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatat capaian transaksi business matching signifikan.
Total nilai yang berhasil difasilitasi mencapai Rp659,7 miliar, terdiri dari transaksi ekspor dan pembiayaan bagi pelaku usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, sebagaimana rilis resmi BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pentingnya business matching dalam mempertemukan UMKM dengan pasar maupun sumber pembiayaan.
Secara nasional, business matching omzet dan transaksi ekspor dalam KKI 2026 mencapai Rp446,9 miliar. Sementara business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, mencatat nilai Rp212,8 miliar.
Menurut Joko, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan UMKM tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas.
Business matching menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, korporasi, maupun lembaga keuangan.
Dengan koneksi tersebut, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar sekaligus mengembangkan skala usahanya.
Penguatan akses pembiayaan juga menjadi penting agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi permintaan pasar, serta melakukan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Joko menegaskan, BI terus mendorong terciptanya ekosistem UMKM yang semakin kuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satunya melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, yang menghubungkan UMKM dengan korporasi melalui kemitraan, rantai pasok, akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha.
Langkah tersebut diharapkan membuat UMKM semakin siap naik kelas, baik dari sisi kapasitas maupun produktivitas, sekaligus memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar dan pembiayaan.
Capaian KKI 2026 pun menjadi salah satu bukti bahwa business matching dapat menjadi jembatan penting untuk memperkuat keterhubungan UMKM dengan ekosistem ekonomi yang lebih besar. (hep)









