METROklik – Upaya memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan hasil signifikan.
Dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di tingkat nasional, business matching berhasil membukukan nilai transaksi hingga Rp659,7 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan capaian tersebut berasal dari dua skema business matching, yakni untuk omzet dan ekspor serta pembiayaan.
“Business matching omzet dan ekspor mencapai Rp446,9 miliar, sementara business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, mencapai Rp212,8 miliar,” ujar Joko.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi business matching dalam mempertemukan UMKM dengan pasar maupun sumber pembiayaan. Pelaku usaha tidak hanya mendapatkan peluang menjual produknya, tetapi juga memiliki kesempatan memperoleh dukungan modal untuk mengembangkan kapasitas bisnis.
Joko menilai akses pasar dan pembiayaan merupakan dua kebutuhan penting dalam mendorong UMKM naik kelas. Ketika keduanya dapat dipertemukan dalam satu ekosistem, UMKM memiliki ruang yang lebih besar untuk memperluas produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbesar skala usaha.
Khusus pembiayaan hijau, skema tersebut sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan dukungan pembiayaan yang berkaitan dengan pengembangan usaha berkelanjutan.
BI, kata Joko, akan terus memperkuat business matching sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan UMKM dengan dunia usaha dan lembaga pembiayaan.
“Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM Sulawesi Utara meningkatkan kapasitas dan skala usaha, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat keterhubungan dengan ekosistem usaha dan pembiayaan,” tegasnya.
Capaian KKI 2026 tersebut menjadi gambaran bahwa ketika UMKM dipertemukan secara langsung dengan pasar dan sumber pembiayaan, peluang untuk berkembang dan naik kelas semakin terbuka. (hep)









