BI Sulut Dorong UMKM Naik Kelas, Penjualan Tembus Rp7,25 Miliar

0
7

METROklik – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Tidak hanya didorong untuk meningkatkan produksi, pelaku UMKM juga diarahkan semakin terhubung dengan pasar, korporasi, teknologi, hingga sumber pembiayaan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, UMKM yang berkembang tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas usahanya, tetapi juga berpeluang naik kelas menjadi usaha menengah hingga melahirkan korporasi baru.

“UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas,” ujar Joko sebagaimana rilis BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026.

Salah satu strategi yang dikembangkan BI adalah memperkuat kemitraan UMKM dengan korporasi melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Skema ini membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok dan rantai nilai korporasi, sekaligus memperoleh akses terhadap pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, serta standar usaha.

Langkah tersebut juga diperkuat melalui kegiatan business matching, baik untuk pemasaran maupun pembiayaan. Di tingkat nasional, rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatat business matching omzet dan ekspor mencapai Rp446,9 miliar, sementara business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, mencapai Rp212,8 miliar.

Di Sulawesi Utara, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan UMKM. Salah satunya Hijrah Sulut Fest 2026 yang berlangsung pada 12 Februari–18 Maret 2026.

Kegiatan tersebut mencatat capaian penjualan sebesar Rp3,55 miliar, melampaui target Rp1,05 miliar. Pada sisi pembiayaan, BI Sulut memfasilitasi 93 UMKM dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp5,04 miliar, jauh di atas target Rp2 miliar.

Penguatan akses pasar kembali dilakukan melalui Urban Digifest 2026 yang digelar 12–16 Agustus 2026 di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3. Program ini melibatkan 233 UMKM dengan target penjualan Rp6 miliar.

Hasilnya, realisasi penjualan justru menembus Rp7,25 miliar, atau melampaui target yang telah ditetapkan. Dari sisi pembiayaan, business matching ditargetkan mencapai Rp3 miliar.

Joko menegaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa ketika UMKM mendapatkan akses pasar, jejaring kemitraan, dan pembiayaan yang memadai, peluang untuk meningkatkan skala usaha semakin besar.

“Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM Sulawesi Utara meningkatkan kapasitas dan skala usaha, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat keterhubungan dengan ekosistem usaha dan pembiayaan,” tegasnya.

Menurut Joko, penguatan UMKM bukan hanya soal meningkatkan omzet, tetapi juga membangun fondasi usaha yang lebih kuat agar mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Melalui semangat “Beudaya Meusare Sare” atau berdaya bersama-sama, BI mendorong semakin banyak UMKM Sulawesi Utara terhubung dengan rantai nilai usaha, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta tumbuh menjadi pelaku usaha yang lebih kuat dan berdaya saing.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat UMKM naik kelas, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here