KKI 2026 Bukukan Rp144,2 Miliar, Produk UMKM Sulut Ikut Bersinar

0
15

METROklik – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali mencatatkan capaian positif dalam mendorong UMKM Indonesia naik kelas.

Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara KKI mencapai Rp144,2 miliar, melonjak 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Tak hanya transaksi penjualan, akses UMKM terhadap pasar global dan pembiayaan juga semakin terbuka. Business matching (BM) ekspor mencatat nilai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dengan pembeli dari 16 negara.

Sementara BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Capaian tersebut menegaskan KKI bukan sekadar ajang promosi produk UMKM, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, pembiayaan, mitra bisnis, hingga jaringan global.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman mengatakan, penguatan ekosistem menjadi penting agar pertumbuhan UMKM dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8).

KKI 2026 sendiri melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM tampil secara luring dengan membawa beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

Kolaborasi juga menjadi kekuatan utama KKI. Gelaran ini didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengembangan, kurasi dan perluasan akses pasar UMKM turut diperkuat melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

Sementara, capaian KKI 2026 turut membawa kabar positif bagi UMKM Sulawesi Utara. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto mengatakan, produk unggulan daerah ikut menunjukkan performa positif, baik dari sisi penjualan, penguatan branding maupun perluasan akses pasar global.

“Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kain Pinawetengan, produk tenun premium khas Sulawesi Utara yang terinspirasi dari guratan atau pahatan pada Situs Sejarah Watu Pinawetengan di Kabupaten Minahasa,” jelas Joko.

Dalam pameran KKI 2026, Kain Pinawetengan mencatat total penjualan Rp110,3 juta. Angka tersebut meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan capaian pada 2025.

“UMKM Sulawesi Utara turut menunjukkan kinerja positif melalui peningkatan penjualan, penguatan branding produk lokal, serta perluasan akses pasar global,” kata Joko.

Tak hanya produk wastra, kopi Sulawesi Utara juga mendapat panggung di KKI 2026. Kopi Arabica Tomohon dari Elmonts Coffee semakin memperoleh eksposur di pasar nasional setelah diseduh langsung oleh World Barista Champion dalam rangkaian program take over bar Cangkir Nusantara.

Dari sisi ekspor, Narasi Vanilla berhasil membuka peluang pasar baru ke Malaysia, Jepang dan Korea Selatan melalui business matching serta penandatanganan Letter of Intent (LOI).

Kerja sama tersebut antara lain ditandai dengan pengiriman sampel vanilla beans, powder dan paste kepada buyer SAF Synergy PLT (Blitz and Co) dari Malaysia.

Narasi Vanilla juga mengirimkan 20 kilogram vanilla beans senilai USD2.500 kepada Global Mandehling Coffee Korea dari Korea Selatan.

Sementara untuk pasar Jepang, sebanyak 24 pcs produk vanilla paste dan vanilla powder dikirimkan kepada Inonesia House of Bean Tokyo. Peluang pasar global juga terbuka bagi Kopi Robusta Gunung Ambang asal Kota Kotamobagu.

Produk kopi berkualitas ekspor tersebut memperluas jejaring pasar melalui business matching dengan Inonesia House of Bean Tokyo dari Jepang.

Capaian tersebut menunjukkan produk unggulan Sulawesi Utara semakin memiliki peluang untuk masuk ke pasar internasional. Penguatan kualitas produk, branding dan jejaring bisnis menjadi modal penting bagi UMKM daerah untuk bersaing di pasar global. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here