Kegiatan HLM TPID dan TP2DD Kabupaten Boltara, dihadiri BI Sulut
METROklik – High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) tidak sekadar membahas pengendalian inflasi dan digitalisasi.
Pertemuan yang digelar Selasa (8/9/2026) tersebut juga melahirkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem transaksi digital sekaligus ketahanan pangan daerah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyerahan rompi TPID dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Utara kepada Tim TPID Kabupaten Boltara.
Penyerahan tersebut menjadi simbol dukungan BI terhadap penguatan koordinasi dan kolaborasi TPID dalam menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi tekanan inflasi di daerah.
Langkah konkret lainnya dilakukan melalui launching QRIS untuk pembayaran retribusi pelayanan kesehatan BLUD di sejumlah puskesmas. QRIS kini diterapkan untuk pembayaran retribusi pelayanan kesehatan pada Puskesmas Buko, Tuntung, Bolangitang, Sangkub, Sangtombolang dan Ollot.
Perluasan penggunaan QRIS tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi pemerintah daerah semakin mudah, cepat dan nontunai.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Purwanto sebelumnya menyampaikan bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Boltara pada Semester I 2026 telah mencapai 95 persen dan masuk dalam tahap digital.
Karena itu, BI terus mendorong Pemkab Boltara memperluas penggunaan kanal pembayaran nontunai, termasuk QRIS, dalam berbagai transaksi penerimaan pemerintah daerah.
Selain digitalisasi, penguatan ketahanan pangan juga mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.
Pemkab Boltara memberikan bantuan pakan ternak kepada 10 kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pangan daerah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha kelompok tani sekaligus mendorong peningkatan produksi peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah. (hep)









