Sulut Miliki Potensi Ekonomi dari Ragam Pangan Lokal

0
5

METROklik – Kekayaan pangan lokal Sulawesi Utara dinilai menyimpan potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Mulai dari jagung, sagu, berbagai jenis ubi, pisang, kelapa, ikan, sayuran hingga buah-buahan, beragam komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah bagi masyarakat.

Potensi itu mendapat perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulut dalam kegiatan penguatan ketahanan pangan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Daerah Sulut bersama TP PKK Provinsi Sulut di Graha Gubernuran, Selasa (22/9/2026).

Bagi BI, pemanfaatan pangan lokal memiliki kaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pasokan pangan di daerah. Semakin banyak sumber pangan yang dikembangkan dan dikonsumsi, semakin terbuka peluang diversifikasi pasokan sekaligus mengurangi tekanan terhadap komoditas pangan tertentu.

Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto mengatakan, kegiatan pengembangan pangan lokal tidak semata-mata berkaitan dengan perlombaan menciptakan menu, tetapi harus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pasokan dan kestabilan harga.

“Lomba yang kita lakukan pada kesempatan kali ini, ini bukan sekedar nanti adalah hanya ada kriteria penilaiannya saja, tetapi kontribusi nyata terhadap ketahanan pasokan dan juga kestabilan harga di daerah yang kita cintai ini,” ungkap Joko.

Selain aspek ketahanan pangan, BI juga melihat potensi ekonomi dari pengolahan berbagai komoditas lokal tersebut. Jagung, sagu, ubi, pisang, kelapa, ikan, sayuran dan buah-buahan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Hilirisasi tersebut membuka ruang bagi tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pangan baru. Pelaku usaha tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas.

Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus mengatakan, tantangan pengembangan pangan lokal bukan hanya meningkatkan produksi.

“Tantangannya kita tidak cukup hanya menghasilkan pangan, tetapi juga harus mampu mengolah, mengembangkan, mengemas, memasarkan, dan meningkatkan nilai tambah,” ujar Anik.

Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah, TP PKK dan BI Sulut diarahkan agar kekayaan pangan lokal tidak berhenti sebagai potensi. Komoditas yang tersedia di daerah diharapkan dapat diolah, dipasarkan dan dikembangkan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus menopang ketahanan pangan Sulut. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here