OJK SulutGo Catat 41 Ribu Rekening Pelajar Baru, Inklusi Keuangan Makin Meluas

0
6

METROklik – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo (SulutGo) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, di antaranya Simpanan Pelajar (SimPel), Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), serta program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Program tersebut menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), sekaligus rangkaian Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung.

“Sepanjang 2026, di Sulawesi Utara telah dilaksanakan 119 kegiatan edukasi keuangan yang tersebar di 12 kabupaten/kota,” kata Robert pada puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Sulut, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, kegiatan edukasi tersebut telah menjangkau sekitar 90 ribu peserta. Capaian ini menunjukkan semakin luasnya upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak.

Dari sisi inklusi keuangan, hingga 2026 tercatat sekitar 41 ribu rekening pelajar baru telah dibuka dengan total nominal simpanan mencapai Rp18,38 miliar.

OJK bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus mendorong sejumlah strategi untuk mempercepat perluasan akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

“Strategi tersebut antara lain melalui implementasi program KEJAR di tingkat sekolah dasar dan menengah, digitalisasi ekosistem keuangan melalui perluasan program Pasar Siap QRIS, pemanfaatan fintech lending resmi untuk mendukung pembiayaan UMKM, serta integrasi penyaluran bantuan sosial melalui rekening perbankan dan BPJS resmi,” jelas Robert.

Lanjut dia, di sektor keuangan non-bank, edukasi juga terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Pegadaian, optimalisasi lembaga keuangan mikro desa, serta peningkatan literasi terhadap berbagai instrumen pasar modal.

Robert menegaskan, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan membuka akses masyarakat terhadap produk keuangan. Akses tersebut harus berjalan beriringan dengan literasi agar masyarakat mampu menggunakan layanan keuangan secara aman, bijak, dan produktif.

“Penguatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan sinergi seluruh pihak,” tegasnya.

Menurut Robert, masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan finansial secara tepat, sekaligus terhindar dari berbagai risiko penggunaan produk dan layanan keuangan yang tidak sesuai kebutuhan.

Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

Lebih dari itu, literasi keuangan sejak usia dini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here