METROklik – Upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Utara menunjukkan hasil positif.
Salah satunya terlihat melalui pelaksanaan Hijrah Sulut Fest 2026 yang mencatat penjualan hingga Rp3,55 miliar.
Kegiatan yang berlangsung pada 12 Februari hingga 8 Maret 2026 tersebut berhasil melampaui target penjualan yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp1,05 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang UMKM ketika diberikan ruang untuk memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.
“Realisasi Rp3,55 miliar tersebut berarti penjualan yang dicapai dalam kegiatan Hijrah Sulut Fest 2026 lebih dari tiga kali lipat dibandingkan target awal,” jelas Joko sebagaimana rilis resmi BI Sulut, tertanggal 21 Agustus 2026.
Menurut Joko, kegiatan seperti Hijrah Sulut Fest menjadi bagian dari upaya BI Sulut memperkuat ekosistem UMKM, khususnya melalui perluasan akses pasar.
UMKM tidak hanya didorong untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga diberi kesempatan memperluas jaringan konsumen dan meningkatkan omzet.
Penguatan akses pasar tersebut menjadi penting agar UMKM memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas produksi. Ketika permintaan dan penjualan meningkat, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan skala bisnisnya.
Selain mendorong penjualan, BI Sulut juga mengarahkan program pemberdayaan UMKM pada penguatan akses pembiayaan. Dengan usaha yang semakin berkembang dan memiliki prospek pasar yang jelas, UMKM diharapkan semakin siap mengakses sumber pembiayaan untuk ekspansi.
Capaian Hijrah Sulut Fest 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan yang mempertemukan UMKM dengan pasar dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha.
“BI Sulut pun terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi memperkuat UMKM agar semakin produktif, kompetitif, dan mampu naik kelas,” papar Joko. (hep)









