Enam Kelompok Tani Sulut Mulai Terapkan Digital Farming

0
6

METROklik – Transformasi digital mulai merambah sektor pertanian Sulawesi Utara. Bank Indonesia (BI) Sulut mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus daya saing petani.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan, hingga 2026 sebanyak enam kelompok tani yang tergabung dalam PATUA (Petani Unggulan Sulawesi Utara) telah mengadopsi konsep digital farming.

“Digital farming menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertanian yang lebih efisien dan produktif,” ujar Joko.

Teknologi yang diterapkan tidak hanya sebatas perangkat pendukung, tetapi mulai menyentuh proses budidaya secara langsung. Di antaranya melalui pemanfaatan smart greenhouse dan drone sprayer.

Teknologi tersebut diterapkan pada sejumlah komoditas unggulan, seperti cabai, bawang merah, dan padi.

Pemanfaatan smart greenhouse memungkinkan proses budidaya dilakukan dengan pengelolaan kondisi lingkungan yang lebih terukur. Sementara drone sprayer membantu proses penyemprotan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Menurut Joko, adopsi teknologi di sektor pertanian diharapkan mampu membantu petani mengoptimalkan penggunaan input produksi, menekan biaya, serta meningkatkan hasil panen.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BI Sulut dalam mendorong transformasi sektor riil melalui inovasi digital. Dengan semakin banyak kelompok tani mengadopsi teknologi, sektor pertanian Sulut diharapkan semakin modern, efisien dan memiliki daya saing lebih kuat.

BI Sulut pun terus mendorong penguatan kapasitas kelompok tani agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada tahap adopsi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here