Hadapi Tekanan Inflasi, BI dan TPID Boltara Perkuat Strategi 4K

0
50

HLM TPID dan TP2DD Kabupaten Boltara

METROklik — Menghadapi tekanan harga sejumlah komoditas pangan, Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K.

Strategi tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Purwanto mengatakan, strategi 4K menjadi kerangka penting dalam menjaga stabilitas harga di daerah, terutama ketika sejumlah komoditas pangan mengalami tekanan.

Hal itu disampaikannya dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Boltara, Selasa (8/9/2026).

Purwanto mengungkapkan, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian di Boltara. Pergerakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan adanya tekanan harga pada komoditas tersebut.

Karena itu, pengendalian inflasi tidak hanya diarahkan untuk menjaga harga tetap terjangkau, tetapi juga memastikan pasokan tersedia dan distribusi berjalan lancar hingga ke masyarakat.

“Cabai rawit menjadi perhatian khusus seiring tingginya Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Boltara yang menunjukkan adanya tekanan harga,” ujar Purwanto.

Dalam aspek keterjangkauan harga, BI dan TPID mendorong berbagai intervensi yang dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar. Salah satunya melalui optimalisasi Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sementara dari sisi ketersediaan pasokan, penguatan produksi pangan daerah menjadi salah satu kunci. Produksi yang memadai akan membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus mengantisipasi gejolak harga akibat kekurangan komoditas.

Selanjutnya, aspek kelancaran distribusi menjadi perhatian karena ketersediaan komoditas di sentra produksi tidak akan efektif menekan harga apabila distribusinya mengalami hambatan.

Untuk itu, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan Kerja Sama Antardaerah (KAD) didorong sebagai instrumen untuk memperlancar pergerakan komoditas pangan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here