Intermediasi Perbankan Sulut Tetap Kuat, Menopang Aktivitas Ekonomi

0
10

METROklik – Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Utara hingga Juli 2026 masih menunjukkan kondisi yang kuat. Pembiayaan perbankan tetap menopang aktivitas ekonomi, sementara kualitas kredit berada pada level yang relatif terjaga.

Hal ini sebagaimana mencuat pada kegiatan Bincang Ekonomi bertajuk Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026) di Manado.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari sejumlah indikator utama perbankan yang menunjukkan fungsi intermediasi tetap berjalan.

Hingga Juli 2026, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Sulut tercatat sebesar 156,71 persen. Pada saat yang sama, kualitas kredit masih terjaga.

Sementara Rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 2,77 persen, menunjukkan kredit bermasalah masih berada dalam kisaran yang terpantau.

“Kinerja tersebut menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas ekonomi Sulawesi Utara. Perbankan memiliki peran dalam menyediakan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sehingga keberlanjutan intermediasi menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Joko.

Sebelumnya, data hingga Juli 2026 juga menunjukkan kredit perbankan tumbuh 3,08 persen secara tahunan (yoy).

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, yakni 8,08 persen yoy.
Kombinasi pertumbuhan kredit, peningkatan penghimpunan dana masyarakat, serta kualitas kredit yang tetap terjaga menunjukkan sektor perbankan masih menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi Sulawesi Utara.

“Bagi perekonomian daerah, keberlanjutan pembiayaan menjadi penting untuk menjaga aktivitas dunia usaha sekaligus membuka ruang bagi penguatan sektor-sektor produktif di tengah dinamika ekonomi global dan domestik,” ungkap Joko. (hep)

IMG-20260713-191945 IMG-20260526-215614 IMG-20260402-WA0079 iklan-HUT-prov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here